Profil Saya

Foto saya
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia

Senin, 13 September 2021

Menguak Dapur Penerbit Mayor

Resume ke-11: Menguak Dapur Penerbit Mayor 

Resume Pertemuan Ke-11

Hari/ Tanggal: Rabu, 4 Agustus 2021

Tema: Menguak Dapur Penerbit Mayor

Narasumber: Edi S. Mulyanta

Moderator: Sri Sugiastuti (Ibu Kanjeng)

Gelombang: 19

Nama: Irma Suzilawati, S.Sos., M.M._SMAN I Cikembar

irmasuzilawati.blogspot.com

Malam ini adalah pertemuan ke-11 di Kelas Belajar Menulis. Malam hari ini masih seputar penerbit mayor. Tepatnya “Menguak Dapur Penerbit Mayor”. Narasumber yang luar biasa yang membawakan materi malam hari ini adalah Bapak Edi S. Mulyanta. Ibu Sri Sugiastuti atau yang ramah disapa dengan panggilan Ibu Kanjeng, membersamai Narasumber pada malam hari ini dengan begitu piawainya. Kepiawaian beliau sudah tidak bisa diragukan lagi melekat pada dedikasi beliau yang begitu luarbiasa  di dunia literasi. Untuk lebih mengenal sosok dari Narasumber kita malam hari ini mari kita simak bersama link dibawah ini:

https://omjaylabs.wordpress.com/2020/04/22/biodata-edi-s-mulyanta/

Pandemi Covid 19 membuat dunia penerbitan dan percetakan terguncang seperti halnya yang terjadi pada industri yang lain. Narasumber mengelola penerbitan dari tahun 2001 sehingga genap 20 tahun berkecimpung di dunia produksi buku. Sebelumnya beliau adalah penulis lepas yang hidup dari menulis buku, hal ini menjawab pertanyaan beberapa calon penulis, apakah bisa hidup dari menulis buku. Itu yang beliau gambarkan sebagai sebuah motivasi awal bagi para peserta.

Penulis dan penerbit telah dilindungi undang-undang secara penuh sejak terbitnya UU No. 3 Tahun 2017 yag diikuti oleh Peraturan Pemerintah 2 tahun kemudian yaitu PP No 75 tahun 2019. Dalam UU No.3 dijelaskan dengan detail bagaimana proses industri penerbitan dan unsur-unsur yang ada di dalamnya. Diatur dengan detail dan kemudin disempurnakan dengan PP No 75 yang lebih detail mengatur proses membuat naskah hingga menyebarluaskannya.

Apabila kita ingin menjadi penulis, ada baiknya kita pelajari dengan seksama pada peraturan pemerintah no 75 tersebut, karena dengan PP ini proses penerbitan buku akan mejadi lebih cepat, karena ada aturan-aturan yang detail bagaimana sisi penulis mengajukan naskah hingga sisi penerbit dalam mengelola naskah menjadi buku.



Sesuai dengan tema yang akan dibahas, adalah bagaimana penerbit mayor dalam mengelola naskah untuk dapat disebarluaskan di outlet-outlet yang menjadi sumber pendapatannya. Pembagian penerbit mayor dan minor sebenarnya tidak ada dalam Undang-undang perbukuan no 3 tersebut. Jadi ini hanya pembagian yang secara alamiah terjadi, dimana penerbit mayor tentu mempunyai jumlah produksi yang lebih tinggi dibanding dengan penerbit minor. Perpustakaan nasional, kemudian digolongkan kedalam penerbit yang berproduksi ribuan dan ratusan yang terlihat dalam pembagian ISBN yang dikeluarkannya.

Dikotomi penerbit mayor dan minor, kemudian terjadi juga di sisi pemasaran bukunya, dimana ada penerbit yang mampu menjangkau secara nasional dan ada yang regional saja.

Hal ini diperuncing lagi dengan pembagian yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi di Indonesia atau Kemendikbud DIKTI, yang menjyaratkan terbitan buku harus berskala nasional penyebarannya. Penerbit yang sudah terlanjur beroplah besar tentu tidak ada masalah dengan hal ini, karena memang skala produksi dan skala mesin produksinya memang sudah terlanjur besar, sehingga untuk memenuhi pasar nasional tidak terlalu sulit.

Outlet toko buku yang biasanya merupakan sarana pemasaran yang cukup efektif, di era pandemi ini ternyata mengubah pola distribusi buku dengan cukup signifikan. Saluran outlet yang dahulunya menjadi jalur utama, saat ini justru menjadi korban dari keganasan virus Covid 19, karena ditutupnya jaringan-jaringan toko buku atau dibatasinya aktivitas pusat perbelanjaan.

Di sisi penerbit, sebagai dapur pengolahan naskah dari penulis, sebenarnya tidak ada masalah yang cukup berarti dari sisi penerimaan naskah baru. Di era pandemi ini, naskah masih saja mengalir dengan cukup baik. Mungkin karena banyak calon penulis yang melakukan WFH sehingga banyak waktu untuk melakukan penulisan naskah buku.

Tuntutan untuk tetap produktif kepada para pengajar baik guru maupun dosen, menjadikan laju naskah baru masih tetap terjaga dengan baik. Yang menjadi kendala adalah justru dipengolahan naskah, mulai dari editorial, setting perwajahan dan kover hingga produksi buku cetak.

Outlet toku buku fisik banyak terkendala kebijakan pemerintah, sehingga secara otomatis proses penerbitan buku menjadi melambat menyesuaikan dengan kondisi output penjualan buku yang melambat.

Dengan berlakunya PSBB di beberapa daerah, dengan otomatis Toko buku andalan penerbit yaitu Gramedia memarkirkan bisnisnya di sisi pit stop dan terhenti sama sekali. Dari omzet normal dan terhenti di pit stop menjadikan omzet terjun bebas hanya berkisar 80-90% penurunannya. Outlet yang tertutup menjadikan beberapa penerbit ikut terimbas, sehingga mereposisi bisnisnya kembali. Hal ini berdampak secara langsung ke produksi buku hingga ke sisi penulis buku yang telah memasukkan naskah ke penerbit menanti bersemi di Toko Buku.

Sebelum hari raya 2021, perkembangan penjualan buku cukup baik, membuat banyak penerbit menaruh harapan yang cukup tinggi pada saat itu. Setelah hari raya, ternyata gelombang Covid mengembalikan penjualan buku ke titik terendah sejak 2020, sehingga kami sebagai penerbit akhirnya harus mencoba outlet-outlet baru.

Pengalaman kami, identifikasi tema buku menjadi sangat penting saat keadaan chaos seperti ini. Kami beruntung tema-tema yang upto date mengenai virus corona, telah kami tebar ke penulis-penulis kami sebelumnya, sehingga dengan cepat kami mendapatkan bahan-bahan buku-buku yang berkaitan dengan virus dengan cepat.

Kesiapan penulis, dalam menuliskan materi dalam sebuah buku menjadikan tantangan tersendiri, mengingat bahan-bahan sumber rujukan masih belum tersedia dengan mudah. Kami mempunyai database penulis yang cukup baik, sehingga dengan cepat kita mengidentifikasi siapa penulis yang berkompeten di bidang ini, Dan dengan cepat kita meramu materi, kemudian kita launch, dan beruntung mendapatkan sambutan yang baik.

Kesimpulannya adalah kesiapan penulis dalam updating materi tulisannya adalah menjadi mutlak diperlukan untuk dapat ditawarkan hasil tulisannya tersebut ke penerbit.

Saat ini kami mereposisi produksi buku fisik untuk tidak dilakukan pencetakan secara massal, akan tetapi menyesuaikan dengan kondisi pasar yang fluktuatif. Hal ini tentunya memberikan kesempatan yang lebih lebar kepada calon penulis untuk mencoba memasuki era baru ini, dimana produksi buku akan mengikuti keinginan pasar secara lebih spesifik.

Produksi kami saat ini kami coba untuk dapat memenuhi permintaan cetak dari 10 eksemplar hingga 300 eksemplar. Range produksi ini kami sesuaikan dengan keadaan daya serap pasar yang cenderung mengikuti komunitas dari penulis bukunya sendiri.

Pak Edi sudah menyampaikan dengan lengkap materi pada malam ini membuat kami tercerahkan dan bisa lebih memahami cara kerja sebuah penerbit besar, seperti penerbit Andi. Disamping itu, penjualan online cukup membantu untuk tetap menjaga cash flow dan yang paling penting kita mencoba untuk memproduksi buku dalam bentuk digital atau e-book supaya kesempatan untuk terbit menjadi lebih luas.

Kita bisa mengunjungi di bukudigital.my.id untuk melihat2 buku-buku digital yang telah diproduksi Penerbit Andi.

Salah satu trik untuk mempercepat terbit adalah mengikuti arahan dari PP 75, yaitu melakukan editing mandiri dari sisi penulis, sehingga akan sangat membantu dalam proses editorial di sisi penerbit dan proses penerbita akan dapat dipersingkat.

Sungguh luar biasa berbobot materi malam hari ini. Narasumber memberikan closing statement dalam menutup materinya,

“Dalam menantukan naskah biasanya First In FIrst Out akan tetapi banyak faktor yang dapat mengganggunya, seperti adanya even penulis, adanya pembiayaan dari penulis, adanya kepentingan tertentu dari penulis misalnya untuk mengurus kepangkatan, Beban Kerja Guru atau dosen.

Penerbit buku, adalah hanya perantara saja. Semua tergantung penulis, sehingga posisi penulis sangat vital sekali dalam mengahasilkan sebuah buku. Sehingga sebagai penulis pemula pun, kepercayaan diri harus mulai diasah, dengan menghasilkan karya terbaik.”

Semoga resume ini dapat bermanfaat bagi kita semua yang membacanya.

 

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar