Profil Saya

Foto saya
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia

Rabu, 08 September 2021

Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku

 Resume ke-9: Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku

 


Resume Pertemuan Ke-9

Hari/ Tanggal: Jumat, 30 Juli 2021

Tema: Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku

Narasumber: Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr.

Moderator: Maesaroh, M.Pd

Gelombang: 19

Nama: Irma Suzilawati, S.Sos., M.M._SMAN I Cikembar

irmasuzilawati.blogspot.com


Membersamai Narasumber cantik yang cerdas pada malam hari ini adalah seorang moderator kesayangan, beliau adalah Ibu Maesaroh, M.Pd sang Blogger Millenial. Adapun Narasumber asal kota subang Sang peraih Penghargaan Bupati Subang (2020), pula peraih Penghargaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang sebagai guru berprestasi (2021). Prestasi literasinya yang membanggakan hingga karyanya yang mampu menembus Penerbit Mayor, memberikan jejak prestasi  literasi yang baik bagi tanah Subang. Beliau gemilang dengan karya di masa muda yang membahana, semangat literasi yang luarbiasa memikat hati para pembaca. Beliau adalah Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr.

Materi yang disajikan malam hari ini tidak kalah pentingnya dengan materi-materi sebelumnya. Karena malam ini kita akan mempelajari materi Mengatasi Writer's Block. Sebuah materi yang merupakan modal dalam membuat tulisan berkualitas.

Ibu Ditta mengawali karir sebagai peserta kelas menulis PGRI pada gelombang 7, beliau mampu membuktikan kepiawaiannya dalam menulis, hingga naik kelas menjadi moderator dan menjadi Narasumber di berbagai pelatihan.

Untuk lebih jelasnya, bisa kita lihat dalam CV beliau:

https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html

Sebagai salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy Kabupaten Subang, Ibu Ditta Widya Utami memiliki blog lain yang diperuntukkan khusus untuk konten pendidikan, yaitu Jendela IPA:

https://jendelaipa.edublogs.org

Sesekali beliau juga menulis di Kompasiana :

https://www.kompasiana.com/ditta13718

Yang sering tengok YouTube, boleh juga berkunjung ke channel beliau:

https://youtu.be/UkRDLmA4dUY

Yang seneng foto-foto, boleh berteman di instagramnya:

https://www.instagram.com/dittawidyautami

Wow luar biasa produktifnya Narasumber kita ini. Pada malam ini beliau akan berbagi tentang sebuah istilah yang dipopulerkan pertama kali oleh psikoanalisis Edmund Bergler : writer's block.

Pasti kita pernah mengalami writer's block terutama sebagai penulis pemula. Saat kita sempat merasa tak punya ide menulis, atau sudah menulis tapi kemudian kehilangan kata-kata. Itulah saat kita sedang terserang writer's block alias kebuntuan menulis. Di grup menulis ini juga kita sejatinya sedang berlatih agar andal dalam mengatasi writer's block ini.


Wikipedia mengartikan writer's block sebagai keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya.

Sulit fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya, atau merasa stres dan frustasi untuk menulis merupakan sebagian dari tanda-tanda kita terserang writer's block. Keadaan ini bisa menimpa penulis pemula maupun profesional. Karena writer's block umumnya bukan disebabkan oleh masalah komitmen/kompetensi menulis.

Jawabannya tergantung seberapa cepat seorang penulis mampu mengatasi kondisi writer's block tersebut. Dengan kata lain, writer's block bisa terjadi dalam hitungan menit, jam, hari, bulan, bahkan bertahun-tahun.

Lalu mau sampai kapan kita biarkan writer's block ini berlangsung?

Agar bisa mengatasi writer's block, langkah penting yang harus kita lakukan adalah mengetahui penyebabnya. Dengan mengetahui penyebab, kita bisa lebih fokus mencari solusinya.

 Apa saja penyebab writer's block?


Mencoba metode/topik baru dalam menulis bisa jadi salah satu penyebab writer's block.

Misal seperti tantangan yang diberikan Narasumber di awal. Bagi penikmat seni wayang atau sejarah, mungkin tidak menemui kesulitan berarti saat harus menulis tentang wayang. Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang tak pernah melihat pertunjukan wayang atau tidak tahu tentang tokoh-tokoh dalam wayang?

Pasti akan merasa "kekurangan inspirasi" dalam menulis dengan tema wayang.

Itulah saat writer's block telah menyerang. Tetapi, jika kemudian kita teguhkan komitmen, lalu mencari bahan bacaan tambahan, maka writer's block yang terbentuk bisa segera hancurkan.

Atau seperti yang ditunjukkan para peserta diawal saat berkreasi membuat tulisan. Yang penting ada tentang wayangnya. Itu membuktikan para peserta sudah mampu menghancurkan tembok penghalang yang menghalangi untuk menulis.

Tak hanya topik baru, metode baru dalam menulis pun bisa membuat kita terserang writer's block.

Misal jika kita terbiasa menulis karya tulis ilmiah. Kemudian diminta membuat puisi. Keduanya tentu memiliki metode penulisan yang berbeda. Bagi yang belum terbiasa, tentu akan mengalami kesulitan saat harus menulisnya. Pada kasus ini, mempelajari teknik dan banyak berlatih menulis merupakan solusi terbaik untuk meminimalkan dampak writer's block.

Stress, Lelah Fisik/Mental juga bisa menjadi penyebab kita terserang writer's blockTerlalu memaksakan diri dalam banyak pekerjaan hingga membuat tubuh lelah bisa membuat kita burn out. Hanya sedikit yang masih mampu menulis dalam keadaan sakit/lelah fisik. Pada kondisi ini, istirahat sejenak tentu menjadi pilihan terbaik. Maka ketika penat, beristirahatlah sejenak. Cari ruang dan udara segar. Lakukan hal-hal yang membahagiakan. Refresh kembali hati dan pikiran kita sehingga kita bisa mendapat inspirasi baru.

Terlalu perfeksionis pun bisa menjadi penyebab kita sering terkena writer's blockAda pepatah yang mengatakan perfectionism kills creativity. Perfeksionis itu bisa mematikan kreativitas. Saat menulis, orang yang perfeksionis mungkin akan berpikir apakah kalimatnya sudah tepat? Apakah ada kaitan dari paragraf satu ke paragraf lainnya? dsb. Atau ketika seseorang pernah sangat populer dengan tulisannya. Misal postingan di blog yang baca hingga ratusan bahkan ribuan. Menerbitkan buku hingga best seller. Hal seperti ini pun bisa jadi terjebak dalam lingkup perfeksionis. Tulisan sebelumnya booming, yang sekarang tentu harus booming juga. Harus laku juga. Harus banyak yang baca juga. Kekhawatiran seperti itu justru bisa membuat writer's block melekat lebih lama pada diri kita.

Jika hal itu terjadi, maka ...

ingatlah kembali alasan awal kita menulis. Tujuan kita menulis. Masa-masa saat kita merintis menjadi seorang penulis.


Demikian materi yang luarbiasa pada malam hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. 

 

 

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar