Profil Saya

Foto saya
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia

Senin, 26 Agustus 2024

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X MERDEKA

 LKPD KEGIATAN BELAJAR 2

TUJUAN

Tujuan dari lembar kerja ini adalah untuk memahami fungsi sosiologi sebagai ilmu yang secara kritis mengkaji masyarakat.

 

MATERI

Sosiologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari tentang berbagai fenomena berupa masalah sosial dan masyarakat lahir dari kegelisahan para sosiolog yang melihat hal-hal di atas bukan sebagai fenomena biasa. Sosiologi sebagai ilmu yang terus berkembang seiring dengan dinamika masyarakat, melahirkan banyak ilmuwan sosial dan sosiolog. Ilmu ini hadir dari rasa ingin tahu para ilmuwan yang dikembangkan melalui penelitian sehingga melahirkan banyak teori-teori yang menjelaskan berbagai gejala sosial manusia dan masyarakat.

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan memiliki dan menggunakan berbagai paradigma (kerangka atau cara berpikir) yang melahirkan banyak perspektif dan teori untuk menganalisis berbagai kajian sosiologi dalam rangka membantu memahami kehidupan sosial. Melalui berbagai teori tersebut kalian dapat memilih teori yang sesuai untuk menjelaskan minat kajian yang ingin dipelajari. Hal ini tentu berdampak pada perbedaan pandangan yang beragam.

 

ALAT DAN BAHAN

Buku dan alat tulis

 

PETUNJUK KERJA

Petunjuk penggunaan LKPD ini adalah sebagai berikut:

1. Kerjakan LKPD secara mandiri !

2. Kerjakan LKPD secara berurutan !

 

LKPD KEGIATAN BELAJAR 2

·       Indikator Penilaian : Peserta didik dapat mengidentifikasi sifat ilmu sosiologi

·       Frasa Kunci : Paradigma Sosiologi

 

Perhatikan kasus berikut ini!

Kasus 1

Pelecehan seksual baru-baru ini sering kali terjadi, terakhir terdapat kasus seorang kakaek yang melecehkan anak Sekolah Dasar di gang sempit yang sempat tertangkap kamera CCTV. Maka dari itu, ilmu Sosiologi dapat digunakan untuk mengkaji kasus tersebut. Sosiologi dapat mengkajinya dengan melakukan riset secara langsung di lapangan yang nantinya akan disusun berdasarkan data yang akurat. Hasil risetnya pun bisa dibuat menjadi sebuah temuan baru untuk digunakan oleh masyarakat banyak

Kasus 2

Mark melakukan penelitian terkait tentang fenomena rusaknya Kesehatan Mental di kalangan remaja. Dia sangat berhati-hati ketika melakukan penelitian tersebut. Sifat ilmu Sosiologi ia gunakan sebagai landasan untuk melakukan sebuah penelitian. Dia secara berhati-hati tidak menilai perilaku tersebut baik atau buruk sebelum kebenaran dapat teruji secara ilmiah.

Kasus 3

Di sebuah kampus terdapat mahasiswa yang Bernama Jennie, dia merupakan mahasiswa Pendidikan Sosiologi. Jennie penasaran akan sebuah teori dari Emile Durkheim tentang Bunuh Diri. Lalu dia pun melakukan penelitian menggunakan teori tersebut untuk mengetahui apakah ada sebab dan akibat dari sebuah fenomena bunuh diri terhadap kehidupan masyarakat.

Kasus 4

Polusi udara di Jakarta merupakan salah satu dampak dari adanya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi setipa harinya. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya gaya hidup masyarakat Jakarta yang sangat tinggi, sehingga ada istilah “tidak mengendarai mobil mewah tanda tak mampu”. Venni sebagai sosiolog meilhat hal tersebut merasa menarik untuk membuat sebuah penelitian yang nantinya akan dibandingkan dengan sebuah teori Kelas Sosial dari Karl Marx.

Kasus 5

Perkembangan dunia yang semakin pesat setiap tahunnya membuat Ilmu Sosiologi semakin complex lagi. Di mulai sejak abad 18 ketika Revolusi Industri berlangsung hingga abad 21 yang memasuki Revolusi Industri 5.0 ilmu Sosiologi semakin disempurnakan. Teori-teori yang ada digunakan dalam sebuah penelitian dan disempurnakan setiap tahunnya.

Kasus 6

Felix yang setiap harinya bekerja di pinggiran rel kereta merasa terbangun hatinya untuk membuat sebuat artikel yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pinggiran. Dengan mata kepalanya sendiri Felix melihat kebiasaan-kebiasaan yang cukup menarik yang dilakukan oleh masyarakat tersebut. Setiap hari dia mengobservasi berbagai macam perilaku masyarakat. Maka semenjak itu, dia mulai menyusun artikel dari sebuah kejadian nyata yang terjadi.

Setelah membaca kasus tersebut, silakan analisis

1.    Sifat ilmu Sosiologi apa yang bisa digunakan dalam kasus tersebut?

2.    Jelaskan secara rinci mengapa sifat tersebut relevan dengan kasus yang terjadi!

Minggu, 04 Agustus 2024

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X MERDEKA

LKPD KEGIATAN BELAJAR I

TUJUAN

Tujuan dari lembar kerja ini adalah untuk memahami fungsi sosiologi sebagai ilmu yang secara kritis mengkaji masyarakat.

 

MATERI

Sosiologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari tentang berbagai fenomena berupa masalah sosial dan masyarakat lahir dari kegelisahan para sosiolog yang melihat hal-hal di atas bukan sebagai fenomena biasa. Sosiologi sebagai ilmu yang terus berkembang seiring dengan dinamika masyarakat, melahirkan banyak ilmuwan sosial dan sosiolog. Ilmu ini hadir dari rasa ingin tahu para ilmuwan yang dikembangkan melalui penelitian sehingga melahirkan banyak teori-teori yang menjelaskan berbagai gejala sosial manusia dan masyarakat.

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan memiliki dan menggunakan berbagai paradigma (kerangka atau cara berpikir) yang melahirkan banyak perspektif dan teori untuk menganalisis berbagai kajian sosiologi dalam rangka membantu memahami kehidupan sosial. Melalui berbagai teori tersebut kalian dapat memilih teori yang sesuai untuk menjelaskan minat kajian yang ingin dipelajari. Hal ini tentu berdampak pada perbedaan pandangan yang beragam.

 

ALAT DAN BAHAN

Buku dan alat tulis

 

PETUNJUK KERJA

Petunjuk penggunaan LKPD ini adalah sebagai berikut:

1. Kerjakan LKPD secara mandiri !

2. Kerjakan LKPD secara berurutan !

 

LKPD KEGIATAN BELAJAR 1

l   Indikator Penilaian : Peserta didik dapat mendeskripsikan konsep dasar sosiologi

l   Frasa Kunci : Konsep dasar Sosiologi

 

Perhatikan pernyataan berikut:

Sosiologi lahir dari berbagai fenomena sosial yang melahirkan beberapa pandangan dari para ahli mengenai konsep dasar sosiologi. 

( Pelajari kembali materi berikut: https://irmasuzilawati.blogspot.com/2024/08/pengantar-sosiologi.html )

 

Buatlah peta konsep untuk menjabarkan padangan para ahli mengenai konsep dasar sosiologi. Peta konsep boleh berupa, skema/gambar/ video/Ppt dan media lainnya yang kalian sukai !

 

Pengantar Sosiologi

 


Sosiologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari tentang berbagai
fenomena berupa masalah sosial dan masyarakat lahir dari kegelisahan para sosiolog yang melihat hal-hal di atas bukan sebagai fenomena biasa. Sosiologi sebagai ilmu yang terus berkembang seiring dengan dinamika masyarakat, melahirkan banyak ilmuwan sosial dan sosiolog. Ilmu ini hadir dari rasa ingin tahu para ilmuwan yang dikembangkan melalui penelitian sehingga melahirkan banyak teori-teori yang menjelaskan berbagai gejala sosial manusia dan masyarakat.

 

A. Pengantar Sosiologi: Kelahiran dan Kajian Sosiologi


Sosiologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari tentang berbagai fenomena berupa masalah sosial dan masyarakat lahir dari kegelisahan para sosiolog yang melihat hal-hal di atas bukan sebagai fenomena biasa. Mereka mempertanyakan mengapa masyarakat berubah? Mengapa manusia sebagai individu melakukan suatu tindakan? Mengapa terdapat perubahan sosial? Bagaimana masyarakat berubah? Mengapa individu berubah baik perilaku maupun pemikirannya?


Menurut Auguste Comte, istilah sosiologi berasal dari gabungan bahasa Romawi (socious) berarti kawan dan bahasa Yunani (logos) berarti bicara. Berdasarkan dua kata tersebut, sosiologi dapat di artikan “berbicara mengenai masyarakat”. Auguste Comte yang hidup di Perancis pada tahun 1798 hingga 1857 dan dibesarkan setelah Revolusi Perancis, dikenal sebagai bapak sosiologi. Dia dikenal sebagai ilsuf yang menyelidiki berbagai gejala tentang tatanan masyarakat dan dinamika masyarakat. Ke resahannya dengan kondisi masyarakat pada waktu dia hidup telah melahirkan be berapa karya. Salah satu bukunya Plan of Scientiic Works Necessary for the Re-organization of Society (1822) menjelaskan tentang bagaimana cara dan pendekatan dari perencanaan sosial.


Berbagai masalah sosial timbul, dan hal inilah yang melahirkan dan menjadikan sosiologi berkembang sebagai ilmu pengetahuan. Dari peristiwa itu lahirlah beberapa tokoh sosiolog yang mempunyai kajiannya masing-masing:


  • Emile Durkheim (1859-1917), melakukan penelitian tentang bunuh diri. Melalui karyanya Suicide (1897), Durkheim menjelaskan latar belakang mengapa individu melakukan bunuh diri. Bagaimana masyarakat dan tatanan sosial berkontribusi sehingga menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri, merupakan kegelisahan dari Durkheim. Dalam penelitiannya, Durkheim membagi empat tipe bunuh diri yaitu egoistik, anomik, altruistik, dan fatalistik.
  • Karl Marx (1818-1883) yang lahir di Jerman dan hidup di berbagai negara Eropa. Karl Marx melahirkan beberapa pemikiran dalam ilmu sosial, yang menjelaskan tentang konlik sosial, kelas sosial, agama, ideologi dan ekonomi suatu masyarakat. Beberapa pandangannya tentang konlik di masyarakat adalah konlik melekat dalam masyarakat, selalu terjadi pertentangan dan ketegangan antara kelas pekerja (buruh) dengan pengusaha. Teori konlik dari Karl Marx menjelaskan bahwa kekayaan dan kekuasaan yang tidak terdistribusi secara merata dapat menyebabkan konlik sosial.
  • Max Weber (1818-1883) dengan teorinya “Verstehen” yang berarti untuk memahami, digunakan untuk menganalisa dan menafsirkan mengapa individu melakukan tindakan sosial. Menurut Max Weber, sosiologi adalah ilmu yang berupaya untuk memahami tindakan sosial. Melalui Verstehen, kalian dapat melakukan penelitian mengapa individu melakukan suatu tindakan yang berdampak bagi orang lain. Sebagai contoh, gejala seorang pelajar yang membolos sekolah. Beberapa karya lain dari Max Weber yang terkenal yaitu The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1904) menjelaskan tentang keterkaitan antara ajaran di agama Kristen Protestan (terutama aliran Kalvinisme) yang memberikan semangat bagi pemeluknya untuk bekerja keras mencapai kesejahteraan. Semangat bekerja yang timbul dari ajaran (etika) agama Kristen Protestan dianggap memengaruhi perkembangan kapitalisme yang berkembang pesat di Eorpa Barat.



B. Sifat Sosiologi


Sosiologi sebagai ilmu yang terus berkembang seiring dengan dinamika masyarakat, melahirkan banyak ilmuwan sosial dan sosiolog. Ilmu ini hadir dari rasa ingin tahu para ilmuwan yang dikembangkan melalui penelitian sehingga melahirkan banyak teori-teori yang menjelaskan berbagai gejala sosial manusia dan masyarakat. Sebagai ilmu yang berusaha menjelaskan berbagai fenomena sosial, sosiologi memiliki beberapa sifat yaitu:


1. Empiris. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang menghasilkan teori dan temuan melalui penelitian ilmiah baik dengan pengamatan, wawancara, dan analisa secara ilmiah atas fakta-fakta sosial, bukan berdasarkan asumsi ataupun dugaan. Hasil penelitian sosiologi berdasarkan data.


2. Teoritis. Sosiologi berusaha menyusun temuan dan kesimpulan, menjelaskan tentang hubungan sebab-akibat, korelasi antar berbagai variabel atau faktor melalui penetliian ilmiah.


3. Kumulatif. Teori dalam sosiologi senantiasa berkembang dan dinamis sesuai dengan dinamika masyarakat. Bahkan teori yang sudah ada dikaji ulang utunk mengetahui apakah masih erlevan.


4. Non Etis. Sosiologi bukan ilmu yang mempersoalkan tentang benar dan salah, atau baik dan buruk, tetapi berusaha menjelaskan dan mengungkapkan berbagai gejala ataupun masalah sosial.

 

C. Fokus Kajian Sosiologi

Sebagai ilmu pengetahuan dan memiliki kebutuhan untuk mengembangkan keilmuannya, dalam menjelaskan berbagai gejala sosial, sosiologi membutuhkan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai ilmu sosial, ilmu budaya, ilmu sejarah, ilmu eksakta, ilmu politik, antropologi, sejarah, ilmu ekonomi, matematika, statistik, geograi, bahasa dan sastra, seni, psikologi, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), aplikasi dan software TIK, dan masih banyak lagi. Dengan revolusi industri 4.0 terdapat banyak aplikasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu sosiolog melakukan analisis data.

Berbagai cabang dalam sosiologi yang mempelajari suatu fenomena sosial secara lebih khusus yaitu sosiologi agama, sosiologi politik, sosiologi pendidikan, sosiologi hukum, sosiologi konlik, sosiologi pedesaan, sosiologi keluarga, sosiologi kedokteran, sosiologi industry, sosiologi budaya dan masih banyak lagi.

Beberapa fokus kajian sosiologi dalam mempelajari berbagai fenomena sosial adalah sebagai berikut:

  • Interaksi sosial dan tindakan sosial
  • Sosialisasi
  • Kelompok Sosial
  • Hubungan antar kelompok
  • Penduduk
  • Komfprmitas dan penyimpangan
  • Perilaku kolektif dan gerakan sosial
  • Perubahan sosial
  • Kajian perempuan dan gender
  • Norma dan lembaga sosial
  • Kebudayaan 
  • Struktur sosial 
  • Kesejahteraan dan kemiskinan 


D. Sosiologi sebagai Ilmu Berparadigma Ganda

Seorang sosiolog berkebangsaan Amerika Serikat, George Ritzer, pada tahun 1975 menuliskan sebuah buku yang berjudul Sosiology: A Multiple Paradigm Science. Berdasarkan pemikiran Ritzer dalam buku tersebut dijelaskan bahwa sosiologi sebagai ilmu pengetahuan memiliki dan menggunakan berbagai paradigma (kerangka atau cara berpikir) yang melahirkan banyak perspektif dan teori untuk menganalisis berbagai kajian sosiologi dalam rangka membantu memahami kehidupan sosial.

Selanjutnya, Ritzer (1975) membagi tiga paradigma utama yang berasal dari berbagai gagasan para sosiolog, ilsuf dan ilmuwan sosial sebagai berikut:


1.    Paradigma Fakta Sosial


Paradigma fakta sosial dipengaruhi oleh para sosiolog seperti Emile Durkheim, Karl Marx, Talcott Parsons dan masih banyak lagi. Menurut paradigma ini, fokus kajian sosiologi adalah fakta sosial, baik dalam bentuk bendawi (ragawi, material) maupun tidak berbenda (non-material) seperti ide ataupun gagasan. Berdasarkan paradigma ini norma, aturan, pemerintahan, peran sosial, status sosial, kelas sosial merupakan fakta sosial.

Berbagai teori sosiologi lahir dari paradigma ini seperti teori fungsionalisme struktural, teori konlik, teori sistem dan teori sosiologi makro. Salah satu contoh pendekatan dengan paradigma fakta sosial adalah perilaku individu dibentuk dan dikendalikan oleh berbagai norma dan aturan sosial.


2.    Paradigma Definisi Sosial


Paradigma deinisi sosial dipengaruhi oleh para sosiolog seperti Max Weber, George Herbert Mead, Herbert Blumer dan masih banyak lagi. Beberapa teori utama yang lahir dari paradigma ini adalah interaksionisme simbolik, tindakan sosial dan fenomenologi. Paradigma deinisi sosial menurut Max Weber, berusaha memahami dan menafsirkan mengapa individu melakukan tindakan sosial dan makna dari tindakan tersebut. Selanjutnya interaksionisme simbolik adalah teori yang dikembangkan oleh George Herbert Mead pada tahun 1863-1931. Teori interaksionisme simbolik menjelaskan tentang makna dan simbol dalam interaksi sosial yang dilekatkan individu pada lingkungannya. Dalam melakukan tindakan sosial, individu memiliki berbagai motif yang dilakukan berdasarkan keyakinan individu sebagai bagian dari pemaknaan individu atas situasi dan kondisi suatu masyarakat. Sebagai contoh, kalian memakai pakaian, jaket, sepatu, atau aksesoris lainnya yang menunjukkan suatu merek tertentu ketika bermain dengan teman. Hal ini menunjukkan bahwa kalian memiliki motivasi tertentu ketika memakai barang bermerek, misalnya bermaksud menunjukkan simbol, status sosial, dan selalu mengikuti tren yang kekinian.

Penekanan utama dari paradigma deinisi sosial adalah individu sebagai subjek dan memahami dari sudut pandang subjek. Bagi penganut paradigma deinisi sosial, subjek masih punya kesempatan untuk berkreasi dan otonom. Individu tidak dipandang sebagai subjek yang selalu dikontrol sepenuhnya oleh norma dan aturan sosial. Hal inilah yang membedakan dengan paradigma fakta sosial yang selalu menekankan norma dan aturan sosial yang dianggap mampu menguasai individu ketika hidup bermasyarakat.


3.    Paradigma Perilaku Sosial


Paradigma perilaku sosial menekankan kajiannya pada proses individu dalam melakukan hubungan sosial di lingkungannya. Cara individu beradaptasi dalam proses interaksi sehingga memengaruhi perilaku sosial menjadi penekanan pada paradigma ini. Paradigma perilaku sosial dipengaruhi oleh sosiolog B. F Skiner, George Hoffman dan masih banyak lagi. Terdapat dua teori yang berpengaruh pada paradigma ini yaitu teori perilaku sosiologi dan teori exchange (pertukaran).

Menurut Skiner, manusia bergerak dan berperilaku sebagai reaksi atas rangsangan dari lingkungannya. Rangsangan akan memengaruhi perilaku individu. Sebagai contoh, dalam teori perilaku sosiologi, seorang pelajar belajar dengan giat demi mendapatkan nilai terbaik dan mendapatkan pengakuan sosial atas prestasi akademiknya. Sistem reward (penghargaan), hukuman (punishment) dan konsekuensi sosial memengaruhi perilaku sosial individu. Berdasarkan paradigma ini, individu bukan manusia yang bebas. Individu berperilaku tertentu disebabkan menyesuaikan dan merespon lingkungan sosialnya.



 

B. GLOSARIUM

 

Sejarah Perkembangan Sosiologi: Kajian tentang lahirnya sosiologi sebagai ilmu pengetahuan

Konsep Dasar Sosiologi: Konsep dasar Sosiologi mencakup hakikat dan Objek kajian dalam ilmu sosiologi

Sifat Sosiologi: Sifat dasar sosiologi berkaitan dengan sifat ilmu sosiologi untuk menganalisis fenomena sosial

Paradigma Sosiologi: Padangan sosiologi untuk mengkaji masyarakat

 

 C. DAFTAR PUSTAKA

Oktafiana, S., dkk. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembukuan Badan Ristekdikti.