| Oleh : Irma Suzilawati, S.Sos., M.M |
Yang termasuk faktor internal antara lain :
- Bertambah atau berkuranganya penduduk (Perubahan komposisi penduduk)
Bertambahnya suatu penduduk akan membawa konsekuensi sehingga dapat mengubah struktur masyarakat yang sudah ada. Dengan membanjirnya arus urbanisasi ke kota-kota besar sangat berdampak bagi daerah tujuan, sebab kondisi di kota menjadi semakin tidak teratur, persaingan hidup yang semakin keras, angka kriminal yang semakin tinggi, rasa individualis yang semakin besar dan persoalan-persoalan lain yang mengikutinya. Bagi pihak pemerintah dengan adanya penduduk yang semakin besar maka berkewajiban menyediakan fasilitas-fasilitas pelayanan umum, peraturan yang dapat membuat masyarakat hidup dengan tertib dan lain-lain.
- Berkembangnya Ilmu Pengetahuan/ Penemuan Baru
Berkembangnya pengetahuan menjadikan manusia semakin memiliki pengetahuan yang luas dan menghasilkan teknologi canggih yang mendorong manusia untuk mencari penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia dalam mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Penemuan baru dapat dibedakan antara Discovery dan Invention. Kedua hal ini menimbulkan perubahan-perubahan di dalam masyarakat baik merupakan gabungan atau perbaikan dari keduanya.
Discovery merupakan penemuan sesuatu yang baru yang sebelumnya tidak ada. Contohnya adalah penemuan kertas penyerap tinta, yang ditemukan secara tidak sengaja. Hal ini bermula dari lalainya seorang karyawan pabrik kertas memberi campuran tertentu ke dalam ramuan pembuat kertas. Tapi setelah kertas itu jadi, ternyata kertas tersebut malah dapat menyerap tinta.
Invention merupakan usaha yang disengaja dilakukan untuk memperoleh hal-hal baru. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan uji coba atau eksperimen, dan hasilnya sampai dapat diterima masyarakat secara luas.
- Pertentangan dan Pemberontakan dalam masyarakat
Dalam masyarakat pasti pernah terjadi konflik, baik secara individu maupun kelompok. Konflik sosial dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan atau adanya ketimpangan sosial. Konflik yang terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung dapat menghasilkan sebuah perubahan sosial, misalnya pergantian penguasa, adanya kesepakatan baru, maupun akomodasi dari pihak-pihak yang berkonflik.
Pertentangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dapat menyebabkan munculnya berbagai macam perubahan sosial dan kebudayaan. Contoh yang dapat kita ambil adalah masalah perjodohan.
Revolusi dalam suatu negara dapat menyebabkan perubahan yang sangat besar. Dengan revolusi dapat juga keadaan negara dapat berubah seperti yang terjadi di Indonesia Revolusi tanggal 17 Agustus 1945 yang mengubah negara Indonesia dari status terjajah menjadi status merdeka.
- Perubahan lingkungan alam/ terjadinya bencana alam
Dengan berubahnya lingkungan alam, maka akan membawa dampak perubahan bagi masyarakat tersebut. Contohnya satu masyarakat di tepi pantai, yang karena musibah seperti tsunami mereka harus dipindah ke daerah baru dengan corak hidup sebagai petani, maka pada daerah baru itu akan muncul lembaga kemasyarakatan pertanian.
- Adanya Peperangan
Peperangan yang terjadi antar negara dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubuhan. Pada beberapa kasus umumnya negara yang menang dalam perang berusaha untuk memaksa kelompok yang kalah untuk menerima ideologi/ kebudayaannya.
- Pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam budaya dengan karakteristik yang berbeda-beda. Adanya interaksi yang terjalin antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya yang berbeda dapat ditanggapi dengan berbagai macam reaksi. Bisa diterima ataupun ditolak oleh masyarakat. Kontak dengan masyarakat lain yang berbeda kebudayaan menyebabkan terjadinya perubahan sosial
Menurut Soekanto (2012), faktor-faktor pendorong perubahan sosial adalah sebagai berikut
- Kontak Dengan Kebudayaan Lain
Awal proses perubahan sosial adalah adanya kontak dari seseorang atau kelompok kepada orang atau kelompok lain. Melalui kontak sosial terjadilah proses penyampaian informasi tentang gagasan, ide, keyakinan, dan hasil-hasil budaya yang berupa fisik. Dua kebudayaan yang saling bertemu akan saling memengaruhi yang akhirnya membawa perubahan. Dengan demikian, berhubungan dengan budaya lain dapat mendorong munculnya perubahan sosial budaya. Sebagai contohnya, unsur-unsur kebudayaan asing yang dibawah oleh para pedagang dengan cara damai dan tanpa adanya paksaan. Selain itu, ada beberapa ulama yang melakukan perubahan melalui penyiaran agama.
- Sikap Saling Menghargai Hasil Karya Orang Lain dan Adanya Keinginan untuk Maju
Sikap menghargai hasil karya mendorong seorang individu akan memunculkan penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Wujud sikap menghargai hasil karya seseorang dapat berupa pemberian Nobel atau penghargaan. Selain itu, adanya keinginan untuk maju dalam diri seseorang memicu munculnya perubahan-perubahan sosial budaya. Perubahan sosial budaya terjadi karena ada rasa tidak puas terhadap situasi dan kondisi saat itu. Keinginan untuk mengadakan suatu kemajuan mendorong seseorang melakukan perubahan terhadap situasi dan kondisi yang ada.
- Sistem Pendidikan yang Maju
Pendidikan formal adalah pendidikan yang ditempuh melalui jenjang-jenjang pendidikan di sekolah. Pendidikan formal mengajarkan bermacam-macam kemampuan, seperti menguasai ilmu-ilmu pengetahuan, kerajinan tangan, hidup mandiri, olahraga, dan kesenian. Dengan mengikuti pendidikan di sekolah, seorang individu mempelajari suatu nilai-nilai tertentu yang dapat membuka pikirannya dalam menerima hal-hal baru. Selain itu, pendidikan sekolah mengajarkan manusia untuk dapat berpikir secara ilmiah dan objektif. Dengan pengetahuan itu, seorang individu dapat menilai apakah kebudayaan masyarakatnya mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan zaman atau tidak. Berbekal pengetahuan itulah seseorang melakukan perubahan. Oleh karena itu, perubahan sering terjadi di kalangan masyarakat yang berpendidikan tinggi.
- Toleransi
Sikap toleransi yang dimaksud di sini ialah sikap toleransi terhadap adanya pengaruh dari luar. Adanya pengaruh dari luar yang tidak melanggar hukum dapat menjadi cikal bakal dari perubahan sosial. Oleh karena itu, dengan adanya sikap toleransi dapat menciptakan hal-hal baru yang kreatif.
- Sistem Terbuka Lapisan Masyarakat
Adanya open stratification dalam masyarakat memungkinkan terjadinya gerak sosial vertikal. Situasi kondisi ini memberi kesempatan seseorang untuk menempati strata yang lebih tinggi. Melalui kerja keras dan melakukan perubahan- perubahan seorang individu mencapai kemajuan diri guna meningkatkan strata. Jadi, semakin terbuka sistem lapisan masyarakat semakin besar peluang untuk melakukan perubahan-perubahan yang tentunya menuju ke arah yang lebih baik.
- Ketidakpuasan Masyarakat Terhadap Bidang-Bidang Kehidupan Tertentu
Adanya perubahan dilatarbelakangi oleh rasa ketidakpuasan terhadap situasi dan kondisi saat itu. Apabila perasaan itu terjadi dalam waktu yang lama akan menimbulkan tekanan-tekanan yang disertai dengan kekecewaan hingga pada suatu waktu memunculkan revolusi dalam tubuh masyarakat tersebut. Hal ini dapat dilihat dari perubahan-perubahan yang terjadi di Indonesia. Perubahan- perubahan timbul karena adanya ketidakpuasan terhadap cara kerja pemerintah.
- Adanya Orientasi ke Masa Depan
Keadaan yang selalu mengalami kemajuan mendorong seseorang untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap perkembangan zaman. Adanya orientasi ke masa depan akan mendorong masyarakat untuk selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Selain
faktor-faktor yang dapat
mendorong suatu perubahan
sosial, terdapat
pula beberapa faktor yang dapat menghambat terjadinya perubahan
sosial.
Beberapa faktor yang
dinilai menghambat terjadinya suatu perubahan sosial
antara lain sebagai berikut.
- Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Manusia tidak pernah lepas dari hubungan dengan manusia atau masyarakat lain dalam suatu pergaulan. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain mengakibatkan suatu masyarakat menjadi terasing dari pergaulan hidup dengan masyarakat lainnya. Akibatnya mereka tidak mengetahui kemajuan atau perkembangan yang terjadi pada masyarakat lain. Apabila pergaulan saja sangat terbatas, maka yang terjadi adalah keterbatasan pemikiran sehingga keinginan untuk berubahpun juga sangat minim
- Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat.
Dengan adanya keterbatasan dalam pergaulan, dapat dipastikan perkembangan ilmu pengetahuan juga akan terlambat. Sebab dalam kemajuan ilmu pengetahuan dapat ditempuh diantaranya dengan metode learning by doing.
Tidak adanya keinginan untuk menambah wawasan di bidang ilmu pengetahuan akan mengakibatkan pola pikir yang terbelakang dan ketinggalan zaman, sehingga muncul sebuah pandangan negatif (stigma) adanya kelompok masyarakat yang sulit untuk berubah.
- Sikap Masyarakat Tradisional yang Konservatif.
Sikap konservatif atau sulit untuk melakukan perubahan akan membawa mentalitas yang tidak baik dalam sebuah kemajuan. Karena itu sikap tersebut harus dihindari apabila seseorang hendak melakukan suatu perubahan.
