Judul: Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke: 30
Gelombang: 19
Hari/ Tanggal:
Rabu, 17 September 2021
Tema: Menulis Semudah Ceplok Telur
Narasumber: Dra.
Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H.
Moderator: Ms. Phia
Nama: Irma Suzilawati,
S.Sos., M.M._SMAN I Cikembar
irmasuzilawati.blogspot.com
Rasanya baru kemarin kami bergabung di
Kelas Belajar Menulis PGRI Gelombang ke-19 ini, dan nyatanya malam ini merupakan
malam terakhir pertemuan kami. Sungguh tak terasa sang waktu mengiringi,
pertanda hati begitu menikmati. Polesan
kompetensi dan tempaan latihan menulis memecut motivasi. Mencipta percaya diri,
memberi ruang bagi kami melahirkan karya dengan semangat membara. Kenyamanan
mengantarkan kami ke dalam balutan harmonisasi kekeluargaan di komunitas ini.
Kelas Belajar Menulis malam hari ini seperti
biasa dibuka oleh sang Bloger Indonesia Omjay. Beliau mengatakan,
“Ada pertemuan dan ada perpisahan. Namun
bukan berarti kita tak saling tegur sapa di dunia Maya. Jangan lupa blognya
terus di-update sehingga kelak menjadi buku yg bermutu. Dari kumpulan tulisan
di blog akan menjadi buku yang enak dibaca bila anda tahu caranya. Sebab
menulis itu semudah ceplok telor.”
Senada dengan sapaan pembuka Omjay pada
malam hari ini, tema yang akan dibawakan Narasumber adalah “Menulis Semudah
Telur Ceplok”. Omjay menyerahkan acara pada moderator muda dan cantik yaitu Ms.
Phia yang selanjutnya memandu membersamai Narasumber hebat di ruang kelas WAG malam
ini.
Narasumber hebat tersebut adalah Dra.
Lilis Ika Herpiana Sutikno, S.H. dari wilayah Indonesia timur. Orangnya memang
tidak muda lagi. Tapi semangatnya selalu tinggi dan mengalahkan anak muda
negeri ini. Terbukti dari soasial medianya yang selalu ter-update setiap
hari. Sebab baginya menulis itu semudah ceplok telor.
Dari kelas Belajar Menulis PGRI ini nama
beliau menjadi besar dan dikenal banyak guru-guru se-Indonesia. Kelas ini telah
memberikan beliau inspirasi memberikan tongkat estafet kepada penulis muda
berbakat dalam kelas mini di Nusa Tenggara Timur. Dengan nama KELAS WAG MBI
(kelas belajar menulis pasti menjadi buku ber-ISBN).
Beliau mengajak kami berselancar maya
tentang tayangan cerita singkat beliau hingga pada titik sukses saat ini melalui
:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4208663415867356&id=100001712161927
http://www.guruinspirasintt.com/2021/07/wit-2020-buku-yang-membawa-keberkahan.html
http://www.guruinspirasintt.com/2021/07/tiga-profesor-dalam-satu-buku.html
Bu Lilis mengakui kalua beliau tidak
terlalu aktif di blog, ternyata ada alasan tersendiri yang membuat beliau
seperti itu,
“Ada sedikit trauma dalam diri saya,
jika tulisan saya di curi orang dan di klaim menjadi karyanya. Seorang sahabat
dalam kelas kita juga. Salah satu karyanya bahan untuk meraih gelar Doktor nya
di bajak sahabat kita tanpa permisi dan mencantumkan sumbernya. Jelas saja
teman saya shok. Saya mendengar bagaimana tangisannya dalam WA saya. sejak saat
itu saya tak seaktif dulu lagi menulis di blog. Pada karya yang sudah saya
bukukan barulah saya share di blog. "
Mengapa Menulis Semudah Ceplok Telur
Mari kita simak video dibawah ini: https://web.facebook.com/lilis.sutikno/posts/41312385
Dari video tersebut dapat disimak alasan-alasan
menulis melalui pepatah “Pensil”:
1. Pensil Digerakkan Oleh Tangan Manusia
Mulailah dengan berdoa sebelum menulis,
sebab ada tangan Tuhan yang selalu membimbing kita ketika kita menulis. Tulisan
yang diawali dengan doa, akan menghasilkan ilmu yang bersumber dari hati nurani
yang bersih. Tulisan yang keluar hati akan diterima oleh hati pula oleh
pembacanya serta bermanfaat banyak kepada semua umat.
2. Ketika Pensil Tumpul Kita Perlu
Meruncingkannya
Dalam menulis kita akan menemui banyak
kesulitan, berjumpa pada penderitaan, dan kesusahan (khususnya yang baru
pertama kali menulis). Kita perlu menajamkan pikiran kita. Ketika tumpul pensil
harus kita raut dahulu, jika pikiran kita buntu tak ada ide maka
beristirahatlah dan tutup buku/laptop kita. Pertajam pikiran dan bacalah buku
(khususnya yang berhubungan dengan tulisan kita).
3. Penghapus
Ada penghapus untuk menghapus tulisan
kita, ketika kita salah menulis.
Dalam hidup selalu ada kesempatan, jika
kita melakukan kesalahan ada kesempatan untuk kita bertaubat. Begitu pula dalam
menulis, kalau salah bisa di tipo dulu, lalu perbaiki agar menjadi baik dan
sempurna. Tapi bukan berarti nulis hapus, nulis hapus, nulis hapus. Nanti ga
akan selesai. Jika mengalami kebuntuan ide, matikanlah laptop kita, kita rileks
dulu saja, Lalu buka ke-esokan harinya
untuk di revisi ulang.
4. Pensil Yang Digunakan Untuk Menulis
Bagian Dalamnya
Manusia dilihat dari bagian dalam
hatinya (Begitupun dengan pensil, yang tajam untuk menulis adalah bagian
dalamnya). Dalam menulis gunakan hati untuk menggerakkan tangan kita, sebab
menulis dari hati itu akan menghasilkan karya yang luar biasa. Selain itu,
menulis dari hati akan diterima oleh pembacanya dari hati pula.
5. Setiap Tulisan Kita Akan Berdampak
Belajar dari pensil akan selalu
meninggalkan goresan (selalu ada bekas tulisan pensil untuk itu tinggalkan
dampak positif dalam hidup kita). Tinggalkan jejak dalam setiap tulisan kita
dengan yang baik dan memberikan inspirasi kepada setiap pembacanya.
Langkah-langkah Menulis Versi Bu Lilis
1. Quote “Menulis Semudah Ceplok Telur”
Quote Narasumber dalam memberikan
motivasi menulis kepada siapa saja yang memiliki cita-cita untuk menjadi
penulis hebat. Yang intinya:
- Bahwa menulis itu tidak sulit
- Menulis itu sangat mudah
- Semudah membuat ceplok telur
- Pecahkan, telur yang tadinya bulat, bisa langsung dihidangkan di meja makan. Tanpa harus ribet membuatnya/ memasaknya.
2. Bergabung dalam komunitas menulis.
Mengapa
Harus Menulis
1. Menulis Untuk Mengikat Ilmu
Imam Asy-Sya’bi pernah berkata, “Apabila
engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekali pun di tembok.”
Imam Syafi’i rahimahullah juga pernah
bertutur, “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu
dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang. Setelah
itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja. (Diwan Asy-Syafi’i)
Disini, ilmu di ibaratkan seperti hewan
buruan (kijang) apabila tidak di ikat akan terlepas, begitu pula ilmu apabila
tidak ditulis maka akan hilang atau tidak ingat dikarenakan daya ingat manusia
terbatas.
2. Menulis Merupakan Sunnah Rasulullah
SAW
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin
Malik radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ
Qoyyidul ‘ilma bilkitabi (Jagalah ilmu dengan menulis)
(Shahih Al-Jami’, No.4434. Syaikh
Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).
Yang dimaksud qayyidul ‘ilma adalah
kuatkan dan hafalkan serta jaga jangan sampai lepas. Ilmu jika terus didengar,
hati akan sulit mengingatnya. Ilmu itu diikat lalu dijaga. Jika hati sering
lupa, ilmu itu perlahan-lahan akan hilang. Itulah sebabnya kenapa penting untuk
mencatat.
Sebagai umat Islam perlunya kita
membiasakan diri untuk belajar menulis, karena sahabat Rasulullah SAW juga
menulis Al-Qur’an dan Hadits kemudian dibukukan.
3. Menulis Itu Sesuai Firman Allah SWT
Allah pun telah mengajarkan kepada
hamba-Nya untuk mencatat karena itu bermaslahat untuk mereka, dan Allah Ta’ala
berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ
بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ
Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū iżā
tadāyantum bidainin ilā ajalim musamman faktubụh,
“Hai orang-orang yang beriman, apabila
kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah
kamu menuliskannya.” (QS. Al-Baqarah: 282)
Sumber:
https://tafsirweb.com/1048-quran-surat-al-baqarah-ayat-282.html
https://rumaysho.com/13457-beliau-pun-menyimak-dan-mencatat-ikatlah-ilmu-dengan-menulis.html
4. Dalam Permendikbud No. 23 tahun 2015.
Ditegaskan penumbuhan budi pekerti
melalui gerakan literasi.
Lalu apa yang kita tuliskan agar semudah
ceplok telur. Jangan kebanyakan berpikir apa yang akan di tuliskan, nanti malah
pusing sendiri. Yang benar adalah tuliskanlah apa yang ada dipikiramu, tentang
apa pun itu.
Bu Lilis mencoba meyakinkan kita bahwa “Benar-benar
menulis itu semudah ceplok telur !!!”
Beliau menunjukkan contoh tentang Guru
kita semua yaitu Bapak Wijaya Kusumah (Blogger Ternama Indonesia) atau Om Jay, yang
tak bosan-bosan memberikan tauladan kepada kita. Salah satu tulisan Om Jay yang
selalu menjadi rujukan saat beliau menjadi Narasumber dan menginspirasi beliau
adalah:
“Maaf Saya Lupa Menulis”, dalam blog di
bawah ini :
https://www.gurupenggerakindonesia.com/maaf-saya-lupa-menulis/
Narasumber mengintruksikan moderator untuk membuka sejenak setelan grup agar peserta dapat berinteraksi secara langsung dan beliau menanyakan,
“Apakah yang membuat Bapak/Ibu sulit
menulis?”
Jawaban peserta:
- Kadang masih suka ada rasa kurang percaya diri dg tulisan sendiri.
- Takut salah.
- dll
Narasumber memaparkan jawabannya dengan menceritakan
pengalamannya dulu yang dapat memotivasi
para peserta. Beliau bercerita kalau beliau juga dulu kurang percaya
diri, suka merasa takut salah. Meskipun demikian tetap saja beliau menulis. Beliau
kumpulkan sampai akhirnya menjadi buku yang Best Seller.
Akhirnya Narasumber memberikan closing statement nya :
“Setiap kita pasti bisa menjadi penulis
hebat, setiap kita akan matang berbeda, ikuti prosesnya dan tetap berkomitmen
dalam menulis”. Beliau mengakhiri pertemuan malam hari ini dengan sebuah tayangan
video yang inspiratif.
Materi yang luar biasa pada malam hari ini berakhir. Semoga resume ini bermanfaat bagi kita
yang membacanya. Terimaksih.


















































