Profil Saya

Foto saya
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia

Senin, 20 Februari 2023

KELAS XI_KD 3.4 KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

 KLASIFIKASI KONFLIK SOSIAL


Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan kalian dapat menjelaskan tentang klasifikasi konflik sosial kehidupan masyarakat.

Uraian Materi

Macan-macam konflik sosial dapat diklasifikasikan atas dasar pendapat beberapa ahli dan kriteria tertentu. Tahukah kalian mengenai berbagai macam konflik sosial yang ada dalam masyarakat? Untuk menambah pemahamanmu, ayo pelajari materi berikut!

Sebagaimana yang telah kita pelajari dipertemuan selanjutnya, dalam masyarakat terdapat kelompok-kelompok sosial yang beraneka ragam. Keberagaman tersebut memiliki potensi untuk terjadinya konflik sosial yang dapat berdampak pada terganggunya keteraturan hidup masyarakat. Konflik sekecil apapun harus dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itu, amatilah gambar berikut ini.



https://www.saturadar.com/2021/03/Pengertian-Konflik-Sosial.html

Setelah mengamati Gambar 1 di atas, apa yang dapat kalian pahami? Pernahkan kalian melihat langsung demonstrasi seperti gambar di atas? Nah, demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat seperti pada gambar merupakan salah satu contoh terjadinya   konflik   sosial.   Tahukah   kalian   mengapa   konflik   itu   terjadi?   Hal   ini dikarenakan  munculnya  perbedaan  dalam  masyarakat.  Perbedaan  tersebut dapat berupa ciri fisik, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Tetapi konflik tidak selalu bersifat negatif, ada konflik yang bersifat positif jika demonstrasi tersebut  berjalan  dengan damai dan  tidak  merugikan  orang  lain.  

Konflik sosial yang terjadi di masyarakat sangat beragam, baik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Konflik  berasal  dari  Bahasa  Latin,  yaitu configure  yang  artinya  saling  memukul. Beberapa pendapat ahli tentang definisi konflik sosial antara lain:

Soerjono Soekanto

Konflik adalah suatu proses sosial individu atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai ancaman dan/atau kekerasan.

 

Robert M.Z. Lawang

Konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, dan kekuasaan di mana tujuan    mereka   tidak    hanya    memperoleh    keuntungan,    tetapi    juga    untuk menundukkan saingannya.

Berstein

Konflik adalah suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah. Konflik ini  dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif saat melakukan interaksi dengan orang lain.

 

Ensiklopedia Nasional Indonesia

Menguraikan  bahwa  konflimuncul  karena  adamya  benturan  antara  dua  unsur dalam masyarakat yang mengharuskan salah satunya berakhir.

  

Penyebab terjadinya konflik sosial dalam masyarakat dilatarbelakangi beberapa faktor, diantaranya:

  • Adanya perbedaan antarindividu
  • Adanya perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk  pribadi  yang berbeda-beda.
  • Adanya perbedaan kepentingan antara individu dengan kelompok.

 

Telah dijelaskan pula di pertemuan sebelumnya, KD 3.4 yang sedang kita pelajari ini, dibagi kedalam  4 kegiatan  pembelajaran:

Pertama            :    Hakikat dan Teori Konflik Sosial

Kedua                :    Klasifikasi Konflik Sosial

Ketiga                :    Dampak Konflik Sosial

Keempat           :    Resolusi dan Penyelesaian Konflik Sosial

Dan sekarang kita akan pelajari kegiatan pembelajaran kedua.


Menurut Ranjabar (2013)

Menurut Ranjabar (2013), konflik sosial yang ada di masyarakat terbagi menjadi dua, yaitu:

Konflik Individual

Konflik dalam individu ini bisa diartikan sebagai konflik yang terjadi dalam mental atau diri seseorang karena suatu hal. Hal ini bisa berupa pilihan yang berbeda dengan kata hati. Pada umumnya konflik individu lebih bersifat informal, tersembunyi, melakukan tindakan negatif, melakukan sabotase, dan lain sebagainya. Contohnya seseorang yang menyesal bekerja sebagai kriminal untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam diri orang tersebut, ia mengalami konflik antara nilai moral diri dengan tekanan ekonomi yang harus dipenuhi.

Konflik Kolektif

Konflik kolektif merupakan suatu konflik yang melibatkan banyak orang, serta memiliki tujuan dan kepentingan yang sama. Pada umumnya, konflik ini memiliki dorongan yang lebih kuat bila dibandingkan dengan konflik individu. Individu yang berada  dalam  suatu  konflik  biasanya  memiliki solidaritas  dan  kebersamaan  yang kuat. Konflik ini memiliki jumlah anggota banyak dan memiliki tingkat emosi yang sangat tinggi dan sifatnya sangat rumit bila dibandingkan dengan konflik individu.

 

 Menurut Ralp Dahrendorf

Ralp Dehrendorf membedakan konflik sosial ke dalam bentuk:

Konflik Pera

konflik  peran  merupakan  suatu  kondisi  dimana  seseorang  mendapati  kenyataan yang berlawanan dengan perannya dalam kehidupan nyata. Misalnya, peran seorang pekerja yang dituntut untuk mengerjakan sesuatu yang bukan tanggung jawabnya.

Konflik Kelompok Sosial

konflik antara kelompok sosial terjadi karena adanya perbedaan kepentingan dalam upayanya mencukupi kebutuhan kelompok tersebut. Contoh konflik antar kelompok sosial adalah konflik antara kelompok propemerintah dan kelompok yang tidak terorganisir.

Konflik    antarkelompok    yang    terorganisir    dan    kelompok    yang    tidak terorganisir

Konflik ini biasanya terjadi saat unjuk rasa. Dimana polisi sebagai kelompok yang terorganisir

Konflik antarsatuan nasional

Konflik ini disebut juga konflik antarkepentingan organisasi. Misalnya politik tingkat RT, RW, Desa, hingga tingkat nasional.

Konflik antaragama

Konflik   ini   sering   terjadi   pada   zaman   dahulu   saat   kondep   toleransi   belum diindahkan.

Menurut H. Kusnaddan Bambang Wahyudi yang dikutip dari  Ranjabar (2013), macam-macam konflik dapat diklasifikasikan dalam beberapa aspek, yaitu:

Konflik Berdasarkan Tujuan Organisasi

Konflik sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan organisasi. Tahukah kalian macam-macam konflik sosial menurut hubungan dengan tujuan organisasi?

Konflik Fungsional

Konfli fungsional   merupakan   konfli yang   mendukung   tercapainya   tujuan organisasi dan bersifat konstruktif. Konflik ini sangat dibutuhkan dsalam organisasi. Dalam konflik inidapat memperbaiki kinerja kelompok apabila dikelolah dan dikendalikan dengan baik. Contoh konflik fungsional, misalnya ada sebuah kasus di mana seorang manajer perusahaan menghadapi masalah tentang pengalokasian dana untuk meningkatkan penjualan produk.

Konflik Disfungsional

Dalam Kamus Sosiologi (Haryanta, 2010), disfungsional merupakan suatu kegiatan atau organisasi yang memiliki disfungsi ketika beberapa dampak dapat menghambat organisasi sosial lainnya. Jika suatu kegiatan atau organisasi sosial mengalami disfungsional,  tidak  dipungkiri  juga  dapat  menimbulkan konflik.  Konflik disfungsional merupakan konflik yang menghambat tercapainya suatu organisasi dan bersifat destruktif (merusak). Konflik disfungsional tidak dapat dihindari karena keberadaan konflik ini pasti ada dalam setiap organisasi atau masyarakat. Konflik disfungsional dapat merugikan semua pihak, individu, kelompok, dan organisasi.

 

Konflik Berdasarkan Posisi Pelaku yang Berkonflik

Konflik sosial yang ada di masyarakat sangat beragam, salah satunya dapat diklasifikasikan menurut hubungan dengan posisi pelaku yang berkonflik. Adapun macam konflik sosial tersebut adalah sebagai berikut:

Konflik Vertikal

Konflik vertikal adalah konflik antar satu pihak dengan pihak dalam suatu struktur organisasi yang mempunyai derajat kedudukan yang tidak sama. Berikut contoh dari konflik vertikal

  • Konflik antara atasan dengan bawahan dalam suatu instansi.
  • Konflik antara buruh dengan majikan dalam suatu perusahaan

Konflik Horizontal

Konflik horizontal adalah konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat antara dua pihak atau lebih yang mempunyai kedudukan sederajat. Contohnya antara lain: 

  • Konflik antara suku yang satu dengan suku yang lain dalam suatu negara.
  • Konflik antara umat agama yang satu dengan umat agama lainnya
  • Konflik antara parpol yang satu dengan parpol yang lain

Menurut Ranjabar (2013), konflik horizontal dapat dipicu oleh beberapa hal berikut:

  • Adanya  kecemburuan  yang  bersumber  pada  ketimpangan  ekonomi  antarkaum pendatang dengan penduduk lokal. 
  • Adanya sikap saling mengklaim terhadap sumber dana yang semakin terbatas.
  • Adanya dorongan emosional kesukuan karena ikatan norma tradisional.
  • Munculnya sikap yang berlebihan antarpemeluk agama.
  • Mudah dipengaruhi oleh provokator kerusuhan.

Konflik Diagonal

Menurut Ranjabar (2013) konflik dibedakan menjadi tiga, yaitu konflik vertical, konflik horizontal, dan konflik diagonal. Dalam suatu organisasi terjadi ketidakadilan sumber daya sehingga menimbulkan -pertentangan atau konflik yang ekstrim. Pertentangan itulah yang dinamakan konflik diagonal. Sebagai contohnya kasus konflik antara pemerintah dan warga sekitar karena adanya perilaku yang tidak adil atas alokasi sumber daya ekonomi oleh pemerintah pusat.

 

Konflik Berdasarkan Sifat Pelaku yang Berkonflik

Konflik  berdasarkan  sifat  pelaku  dapat  dibedakan  menjadi  dua,  yaitu  konflik terbuka dan konflik tertutup (Ranjabar 2013).

Konflik Terbuka

Konflik   terbuka   merupakan   konfli yang   diketahu oleh   semua   pihak   atau masyarakat  dalam suatu  negara.  Kalian  pasti  pernah  mendengar  berita  tentang konflik Israel dan Palestina. Bagaimana tanggapan kalian mengenai konflik tersebut?

Konflik Israel dan Palestina merupakan contoh konflik terbuka. Hal ini dikarenakan konfli tersebut  diketahu ole semua   pihak,   termasuk   Indonesia.   Bahkan, masyarakat  Indonesimelakukan  penggalangan  dana  untuk  membantu  korban konflik tersebut. Selain konflik Israel, kalian juga bisa mengamati contoh konflik lainnya yang sifatnya terbuka di lingkungan sekitarmu

Konflik Tertutup

Konflik tertutup merupakan kebalikan dari konflik terbuka. Dalam konflik terbuka diketahui oleh semua pihak, sedangkan konflik tertutup hanya diketahui oleh pihak yang  terlibat  dalam  konflik  tersebut.  Dalam  konflik  tertutup,  pihak  yang  tidak terllibat konflik tidak tahu jika terjadi konflik. Sebagai contohnya konflik intern sekolah sehingga pihak luar tidak tahu adanya konflik.

 

Konflik Berdasarkan Waktu

Konflik sosial berdasarkan waktu dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

Konflik Sesaat (Konflik Spontan)

Konflik sesaat dapat terjadi dalam waktu yang singkat atau sesaat saja karena adanya kesalahpahaman antara pihak yang berkonflik. Konflik sesaat dapat berakhir pada saat  adanya  penjelasan  antara  pihak  yang  berkonflik.  Sebagai  contohnya  konflik antara dua peserta didik yang berbeda argumen saat berdiskusi. Saat itu, mereka memegang teguh argumen masing-masing sehingga dapat menimbulkan konflik. Namun, konflik tersebut hanya terjadi pada saat diskusi saja. Setelah selesai diskusi, mereka tetap berteman dan tidak terjadi konflik lagi.

Konflik Berkelanjutan

Konflik berkelanjutan terjadi dalam waktu yang lama dan sulit untuk diselesaikan. Dalam  penyelesaian  konflik  ini  harus  melalui  berbagai  proses  dan  tahapan  yang rumit. Apabila konflik ini sudah selesai, tidak menutup kemungkinan dapat muncul kembali konflik sebagai kelanjutan dari konflik dari konflik yang terdahulu. Salah satu contoh konflik berkelanjutan ialan konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan. Selain konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan, kamu juga dapat menyebutkan contoh lainnya yang ada di lingkungan sekitarmu

Konflik Berdasarkan Pengendalian

Konflik sosial juga dapat dibedakan berdasarkan pengendaliannya. Tahukah kalian apa saja konflik yang dimaksud?

 Konflik Terkendali

Menurut Ranjabar (2013), konflik terkendali merupakan suatu konflik di mana para pihak yang terlibat dapat dengan mudah mengendalikan konflik sehingga kjonflik tidak meluas dan cepat selesai. Sebagai contoh, konflik yang terjadi saat rapat OSIS.

Pada rapat tersebut terjadi beberapa pendapat untuk mengembangkan organisasi tersebut, sehingga terjadi perbedaan pendapat yang berujung pada konflik. Namun, adanya ketua OSIS dapat meredam konflik tersebut dengan memberikan solusi yang bijak. Oleh karena itu, konflik dalam rapat OSIS dapat dikendalikan dengan baik

Konflik Tidak Terkendali

Konflik tidak terkendali merupakan konflik di mana pihak yang terlibat tidak dapat mengendalikan konflik tersebut sehingga akibatnya dapat meluas. Konflik yang tidak terkendali   dapat   menyebabkan   munculny kekerasan.   Contoh   konflik   tidak terkendali, seperti tawuran, demonstrasi yang berakhir ricuh, dan lain sebagainya.

Konflik Berdasarkan Sistematika Konflik

Konflik Nonsistematis

Konflik nonsistematis memiliki sifat yang acak, dimana terjadi secara spontanitas dan tidak  ada  tujuan  yang  dicapai.  Dalam  konflik  ini  pihak  yang  berkonflik  tidak melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Salah satu contoh konflik nonsistematis ialah tawuran pelajar.

Konflik Sistematis

Konflik sistematis merupakan kebalikan dari konflik nonsistematis, di mana konflik tersebut telah direncanakan secara sistematis dan memiliki tujuan yang ingin dicapai.Dalam konflik ini, pihak yang berkonflik melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dilakukan dengan cermat, hati-hati, dan sistematis. Setiap tingkah laku dari salah satu pihak dianalisis secara cermat dan hati-hati agar memperoleh keuntungan bagi pihak lainnya.

Cermati gambar di bawah! Apa yang dapat kamu pahami setelah melihat gambar tersebut?  Gambar  di  bawah  merupakan  zaman penjajahan  di  Indonesia.  Sebelum kemerdekaan, bangsa Indonesia telah dijajah oleh bangsa Barat, seperti Spanyol, Jepang, dan Belanda. Berbagai taktik digunakan oleh bangsa Barat untuk mengeksploitasi sumber daya di Indonesia. Penjajahan bangsa Barat di Indonesia merupakan salah satu konflik sistematis