Senandung Lentera Hati
Realita dengan angkuhnya mengisolasi rembulan dari
kelamnya malam
Dunia kecilnya pun porak poranda
Kepiluan, kesedihan, kesakitan, yang terbalut sadisnya
penghianatan
Bungkam menjadi sebuah pilihan
Memasung jiwa
Awan hitam itu kian menebal
Rintihanpun memuncak
Menerobos dinding-dinding nalar
Menjadi resonansi yang membius syaraf-syaraf kesadaran
Mengusung keranda rasa
Serpihan-serpihan itu direkatkan oleh ketulusan sang
lentera malam
Pesona energi yang penuh keyakinan
Yang memancarkan kobaran anti keniscayaan tanpa
perjuangan
Menopang keletihan raga
Menyulut sugesti bangkitkan gelora
Sang rembulan pun berani menghampiri kelam
Memancarkan sinarnya mengusir cekam
Senyuman itupun menyeruak
Senandung indah berbisik samar
Yakinlah lentera hati takkan pernah padam
