Semilir
angin menyapu wajah
Membelai
lembut meyapa sadar
Merinding
sekujur raga menahan erotisnya khayal
Mengetuk
nalar mengundang paham
Sang rasa
tak mampu menentang pesona
Menyeruak ke seluruh penjuru relung jiwa
Memakna kasih memantik gelisah
Melabuhkan
berahi dalam kubangan maya
Sapa
hangat itu kian menyandu
Mengundang
rindu menikmati bergesernya sang waktu
Tarikan
nafas perlahan, berat, mendalam, gemetar, hingga memicu jantung bertalu.
Seraya
hati berbisik ' aku merindu'

Tidak ada komentar:
Posting Komentar