Profil Saya

Foto saya
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia

Rabu, 08 September 2021

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

 Resume ke-7:  Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie



Resume Pertemuan Ke-7

Hari/ Tanggal: Senin, 26 Juli 2021

Tema: Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Narasumber: Bapak Raimundus Brian Setiawan, S.Pd.

Moderator: Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.

Gelombang: 19

Nama: Irma Suzilawati, S.,Sos., M.M._SMAN I Cikembar

irmasuzilawati1.blogspot.com

“Simsalabim Abracadabra”. Seketika jargon para penyihir tontonan dimasa kecil itu  hinggap dalam benak. Sanggup mengabulkan permohonan yang begitu sulit atau bahkan mungkin mustahil untuk digapai. Semua itu karena begitu berubahnya cara pandang atas sesuatu, setelah beberapa saat bergabung dan mendapatkan pencerahan di kelas Belajar Menulis asuhan tim solidnya Om Jay ini. Luar biasa bukan?

Dan materi malam ini kian begitu menguatkan diri untuk menggapai mimpi. Cakrawala berpikirpun kian terbuka lebar. Semangat berkobar membakar kemalasan yang sempat mengakar. Hati bergumam riang, seraya menjemput asa menuju genggaman. Melahirkan karya-karya yang tercetak elok dalam balutan kemasan indah sebuah buku, melambaikan tangannya untuk digapai.

Narasumber malam ini adalah Bapak Raimundus Brian Setiawan, S.Pd. Beliau adalah alumni kelas Belajar Menulis Gelombang 4. Seorang guru yang masih muda dengan segudang prestasi. Beliau juga pendiri komunitas Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal). Penasaran dengan profil beliau, mari kita simak. Jangan lupa meninggalkan jejak silaturahminya dengan berikan komentar.

https://www.praszetyawan.com/p/profil.html

Moderator malam ini, merupakan sosok yang tidak kalah luarbiasanya. Gaya bicaranya yang khas, ramah sangat melekat dalam diri beliau.  Kepiawaiannya dalam menghangatkan suasana mampu membuat ruang kelas belajar ini selalu berasa hangat.  Beliau adalah Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.

Narasumber mengawali sebuah pengantar cerita dari pengalamannya dahulu saat bergabung di kelas Belajar Menulius. Kala itu pelatihan belajar menulis belum ada materi tentang penerbit indie. Dan sejak Juli 2020 beliau membantu para peserta untuk terhubung ke penerbit indie yang telah bekerja sama dengannya. Menerbitkan buku saat ini dikatakan semakin mudah, karena sekarang ini ada penerbit indie yang melayani penerbitan buku tanpa seleksi.

Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, penerbit buku yang dikenal hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Grasindo, Elex mediadan lainnya. Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.

Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut:

Naskah pasti diterbitkan

Proses penerbitan mudah dan cepat

Bagi penulis pemula  tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. Memang  kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.

Narasumber menceritakan bahwa beliau berkeinginan menulis buku pada tahun 2014 yaitu buku tutorial blog. Waktu itu blm ada buku blog khusus guru. Namun beliau tidak punya mentor yang membimbing dan tidak tahu harus masuk di komunitas apa. Disamping itu juga tidak punya banyak referensi tentang dunia penerbitan.

Hingga akhirnya pada awal 2019 beliau tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Sungguh membuka mata dengan begitu terbuka bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dan banyak pilihan penerbit indie. Dan akhirnya pada Oktober 2020 beliau mengirim naskah buku pertamanya ke salah satu penerbit Indie. Perlu waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertama beliau terbit.

Ini buku pertama beliau:

https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html

Menyimak paparan pemateri, begitu membuat diri menempatkan pada golongan kaum yang  beruntung bisa bergabung di grup ini.  Terdapat 30 narasumber yang bisa diserap pengalaman dan wawasannya. Di pelatihan ini sekarang juga ada materi tentang penerbit Indie yang sangat membantu memfasilitasi menerbitkan buku dengan begitu mudah.

Tim Om Jay mengenalkan kepada para peserta beberapa penerbit indie sebagai referensi agar peserta dapat memilih mau menerbitkan buku dimana.

Termasuk penerbit indie milik rekanan Narasumber kali ini yaitu Penerbit Gemala.

Ini buku-buku peserta belajar menulis dari berbagai gelombang yang terbit lewat penerbit Gemala:

https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2021/06/galeri-buku-karya-peserta-belajar.html

Sesuai dengan ketentuan yang telah dipaparkan pada saat opening ceremony gelombang 19 & 20, para peserta harus membuat 20 resume. Tim Pengurus pelatihan belajar menulis tidak membimbing peserta ketika menerbitkan buku, tetapi mereka langsung berurusan dengan penerbit indie yang dipilih sendiri. Oleh sebab itu pra pesertalah yang harus memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok. Penerbit memiliki penawaran dan ketentuan yang berbeda-beda

Pada pertemuan malam ini, Narasumber membahas ketentuan menerbitkan buku di penerbit Gemala.



Silakan perhatikan ketentuan umumnya di poster di atas. Untuk editing, Penerbit Gemala melakukan edit ringan saja dan tidak mendalam. 

http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html

Jika ingin cetak ulang lagi, harus di penerbit Gemala. Jumlah minimal cetak yaitu 10 eksemplar. Diposter ada keterangan bahwa 300,000 itu untuk maksimal 130 halaman A5. Jika lebih dari itu akan kena biaya tambahan.

Yang tidak kalah penting adalah jangan memberi target kapan buku harus selesai terbit. Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Proses penerbitan paling cepat 1 bulan. tergantung antrian cetak dan ISBN. Sebelum terbit, biasa penulis akan diberi naskah buku PDF (dengan watermark) untuk dicek kembali.

Jangan lupa naskah buku  juga disertai kelengkapan naskah yaitu:

Cover ( judul buku dan nama penulis saja),

Prakata,

Daftar Isi (tanpa nomor halaman),

Profil penulis,

Sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)

Prakata wajib ada dan ditulis oleh penulis sendiri. Kata Pengantar ditulis oleh orang lain dan tidak wajib ada. Biasanya peserta belajar menulis minta kata pengantar ke Om Jay.

Selain paket penerbitan 300.000, ada juga  paket penerbitan GRATIS, jika dari awal sudah berniat mencetak lebih dari 40 eksemplar. Jadi tidak perlu bayar 300.000. yang dibayar adalah biaya cetaknya saja. Tidak ada ketentuan terkait minimal jumlah halaman. Biasanya buku kumpulan resume pasti bisa lebih dari 90 halaman A5.

Peserta bisa mengenal jenis-jenis dari berbagai penerbit indie, harga dan ketentuan tiap penerbit pasti berbeda usai pemaparan Narasumber. Jadi sudah ada beberapa  penerbit indie yang kami ketahui di kelas Belajar Menulis ini, yaitu Bu Kanjeng. Pa Mukminin dan Pak Brian.

Tulisan-tulisan yang dulu berserakan dan gentayangan. Hantarkanlah menuju sebuah kemasan yang elok dan membanggakan. Dalam sebuah karya berupa buku. Kini sejatinya senyum menghiasi bibir ini dan sorot matapun kian fokus memandang laptop kesayangan. Sungguhan yang kian informatif yang tersaji hingga pertemuan malam ini, menjadi referensi bagi kami yang menginginkan impian kami sebagai penulis terwujud. mendamba karya ada dalam sebuah kemasan buku yang tercetak begitu elok dipandang mata. Penerbit manapun yang dipilih, yang penting usai kelas Belajar Menulis ini, terbitnya buku solo harus nyata dalam genggaman peserta sebagai penulis.

Semoga informasi ini juga bermanfaat bagi para pembaca !



Tidak ada komentar:

Posting Komentar