Profil Saya

Foto saya
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia

Senin, 13 September 2021

Gerakan Literasi Sekolah dan Masyarakat

Resume ke-23: Gerakan Literasi Sekolah dan Masyarakat 


Resume Pertemuan Ke-23

Hari/ Tanggal: Jumat, 30 Juli 2021

Tema: Gerakan Literasi Sekolah dan Masyarakat

Narasumber: Bapak Bambang Purwanto, S.Kom (Mr. Bams)

Moderator: Ibu Maesaroh (Ibu Mae)

Gelombang: 19

Nama: Irma Suzilawati, S.Sos., M.M._SMAN I Cikembar

irmasuzilawati.blogspot.com


Malam hari ini kami menikmati sajian menarik dari dua moderator kondang yang berkolaborasi memberikan suguhan materi yang bergizi. Ibu Mae sang bloger milenial, yang selalu menawan hati dalam menyajikan untaian kata yang mengalun indah. Beliau memposisikan diri sebagai moderator membersamai Narasumber keren yang juga moderator handal, yang sudah tak asing lagi bagi kami. Gayanya yang khas ketika memandu acara, membawa siluet pesona yang memukau. Di Tim Omjay, beliau dikenal pula dengan sapaan Bapak Mario Teduh, karena gaya menulisnya yang sarat dengan motivasi, membuat beliau begitu unik. Sepak Terjangnya di dunia literasi patut di acungi jempol, menebar motivasi lewat sebuah literasi adalah kekhasan dari Bapak Bambang Purwanto, S.Kom.

Meskipun kita sudah mengenal sang narasumber, namun tak lengkap rasanya jika kita tak mengenalnya lebih detail. Berikut paparan CV beliau.

https://penamrbams.id/cv-bambang-purwanto/

Disampaikan pula CV beliau dalam gambar berikut ini:



Ada dua hal yang disampaikan oleh Mr Bams pada bahasan malam hari ini, yaitu Gerakan Literasi Masyarakat dan Gerakan Literasi Sekolah. Narasumber kali ini memiliki ciri khas dalam penyajian materinya, yaitu gaya mendongeng diselingi nyanyiannya. Beliau seorang pendongeng yang menamakan dirinya Ayah Salwa.

Gerakan Literasi Masyarakat

Kita lihat jejak digitalnya...

Kata kuncinya: Pendongeng Ayah Salwa

Menjadi pendongeng membuat Mr.Bams harus sering membaca buku. Membaca buku membuat lebih banyak pengetahun dan kosa kata. Cita-cita membangun taman baca pun terwujud tanggal 5 Oktober 2011. Tahun ini akan genap 10 tahun.

Saksikan jejak digitalnya untuk TBM AS Lebakwangi


Taman baca yang dirikan, dibangun Mr.Bams dengan cinta. Memang tidak mudah saat awal berdirinya. Istri beliaupun Ibu Salwa awalnya kurang begitu respon dengan adanya taman baca ini. Modal buku yang dikumpulkan dari koleksi pribadi di tahun 2011 berjumlah 200 buku, kini jelang 10 tahun ada sekitar 6000 buku.

"TBM yang dibangun bersama di rumah pribadi menjadi tempat berkumpulnya anak-anak. Bila anak-anak datang ke rumah bisa sampai dapur penuh anak-anak yang membaca buku. Alhamdulillah baru satu tahun mendirikan TBM AS Lebakwangi, kami mendapat amanah dari Allah sebuah rumah yang hanya terhalang 3 rumah." Tutur Mr Bams

Dengan adanya TBM AS Lebakwangi,  Mr.Bams mampu mengajak masyarakat untuk gemar membaca. Tidak hanya itu kegiatan-kegiatan lain yang disenangi oleh masyarakat pun diselenggarakannya. Berbagai pelatihan mulai dari yang sederhana, menggambar, mewarnai, belajar membaca, belajar komputer, internet sehat, motivasi sampai kewirausahaan.

https://www.google.com/maps/place/TBM+AS+Lebakwangi/@-7.0407779,107.6063948,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e68ebbab961d753:0xcefcfae9e4958ed5!8m2!3d-7.0407779!4d107.6085835?hl=id

Raihan prestasi dari TBM adalah :

1. Juara 1 TBM Se Kab Bandung tahun 2013 dan 2014

2. Juara 2 TBM se Jawa Barat tahun 2013

3. Juara 1 TBM se Jawa Barat tahun 2014

4. Peraih Sabilulungan Award 2018 dari Bupati Kab Bandung, Bapak Dadang Naser

5. Juara 1 Keteladanan TBM SE Kab Bandung tahun 2019

Itulah Gerakan Literasi Masyarakat yang coba digambarkan MR.Bams. Baiklah selanjutnya kita simak pemaparan Gerakan Literasi Sekolahnya. 

Gerakan Literasi Sekolah

Mr Bams memberikan contoh GLS di salah satu sekolah yaitu SMP Taruna Bakti Kota Bandung. Kita lihat tayangan pada link di bawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ERfPc1VcRho

 


Dimulai 2015 saat mentrinya Bapak Anies Baswedan menggulirlan GLS, disambut baik oleh Kepala Sekolah SMP Taruna Bakti. Diantaranya menerima tantangan WJLRC Jawa Barat, yaitu tantangan membaca dan kiprah gemilang lainnya. Berbagai penghargaan menjadi saksi suksesnya perjalanan GLS di sekolah ini.






Jejak-jejak digital Mr. Bams yang lainnya:



TBM AS Lebakwangi, Ayah Salwa, Literasi SMP Taruna Bakti, Mr. Bams, semuanya menjadi bukti jejak-jejak digital kiprah beliau dalam dunia literasi yang luar biasa beliau tekuni. 

Mr. Bams mengajak seluruh peserta kelas menulis ini, agar tumbuh rasa cinta kepada gerakan literasi. Baik di sekolah, masyarakat dan keluarga. Di rumah beliau punya program literasi, yaitu: Jumat (Cek bacaan Al Quran); Sabtu (Berbagi kata) dan  Minggu (Berbagi kalimat).

Kalimat Bahagia Mr. Bams : Berkarya terus, cintai apa yang ada disekeliling kita dengan ilmu. Sumber ilmu salah satunya ada di buku. Hadirkanlah buku dimana saja. 

Bila setiap hari, bahkan setiap detik memberikan yang terbaik, semoga membuat kita selalu bahagia. Kekecewaan semoga tidaklah kita dapat bila waktu memang berakhir.

Sesungguhnya kehidupan ini abadi, hanya saja tempat yang berbeda yang akan kita singgahi. Dunia menjadi tempat seluas-luasnya untuk melakukan kebaikan apapun. Kelak kebaikan akan menjadi teman sejati yang membuat hidup akan indah ditempat berikutnya.

Mari bergerak. Mari berkarya. Ajak siapapun untuk gemar membaca. Literasi sudah begitu luas.

Luarbiasa, saya begitu terpana menyimak seluruh paparan Mr. Bams. Materi malam ini ditutup oleh pesan-pesan semangat:

  • Saat keyakinan semakin kuat bahwa kehidupan ini ada yang mengatur, semoga selalu ada harapan yang ada didalam hati dan pikiran. Harapan untuk menjadi manusia yang bermanfaat.
  • Melakukan kebaikan dengan apa yang kita miliki akan menjadi bekal menjalani hidup ini dengan bahagia.
  • Menulis di blog sebagai bentuk latihan menulis itu sangat luar biasa, teruskan dan teruskan.
  •  Ambil peranlah di sekolah dan di masyarakat untuk memajukan gerakan literasi
  •  Tersenyumlah karena Tuhan masih memberikan kesempatan berkarya.
  • Bergeraklah untuk menyimpan jejak-jejak dengan indah agar tetap hadir sepanjang zaman.
  •  Kita bisa hilang karena waktu telah selesai, tapi jejak digital akan menjadi penyemangat untuk generasi selanjutnya, anak, murid, cucu dan seterusnya…
Semoga resume sederhana ini bisa menginspirasi kita semua. 🤩






Tidak ada komentar:

Posting Komentar