Judul:
Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke: 13
Gelombang: 19
Hari/ Tanggal:
Senin, 9 Agustus 2021
Tema: Kiat Menulis Cerita Fiksi
Narasumber: Sudomo,
S.Pt
Moderator: Aam
Nurhasanah, S.Pd.
Nama: Irma
Suzilawati, S.Sos., M.M._SMAN I Cikembar
irmasuzilawati.blogspot.com
Malam ini kita akan mendapatkan materi
tambahan di pertemuan ke-13 dengan tema “Kiat Menulis Cerita Fiksi” Bersama seorang
narasumber hebat, beliau adalah Bapak Sudomo, S.Pt. Nama panggilannya adalah Pak
Momo DM. Beliau adalah salah satu alumni jebolan gelombang 16 yang telah sukses
menulis buku resume dengan gaya cerpen atau
gaya fiksi.
Saat ini beliau mengajar IPA di SMP
Negeri 3 Lingsar Lombok Barat. Beliau mengatakan dirinya seorang pencinta
formula fisika, gejala alam semesta, dan rangkaian kata. Itu karena beliau
seorang sarjana peternakan yang mengajar IPA, tetapi juga mencintai dunia
menulis fiksi.
Moderator handal yang akan membersamai beliau pada malam hari ini adalah ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. Sang moderator ramah, baik hati dan dikenal sebagai salah seorang sosok motivator bagi para penulis pemula.
Untuk lebih mengenal sang Narasumber,
mari kita lihat sejenak link blog beliau dibawah ini:
https://bianglalakata.wordpress.com/2020/11/18/pahlawan-literasi-harapan-besar-dari-hal-kecil/
Karya-karya fiksi Narasumber, baik yang solo
maupun antologi di penerbit indie maupun mayor bisa Bapak/Ibu di tautan
berikut, ya linktr.ee/sudomo
Dibawah ini adalah materi malam ini, yaitu Kiat Menulis Cerita Fiksi yang dipaparkan berupa Power Point:
Dari materi tersebut saya akan mengupas beberapa materi saja. Hal ini karena pada dasarnya materi lain sudah sangat sering kita baca dan bahkan pahami.
Pertama, yaitu mengapa kita harus menulis fiksi? Ini penting karena menjadi dasar bagi kita untuk belajar menulis fiksi. Alasan utama adalah salah satu materi dalam tes Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah Teks Literasi Fiksi. Artinya saat ini kita sebagai guru harus bisa menulis fiksi. Tujuannya agar mudah menyediakan soal latihan bagi murid kita.
Alasan berikutnya adalah dengan menulis fiksi akan bermanfaat dalam pengembangan profesi kita sebagai guru. Kumpulan cerita fiksi bisa dibukukan sebagai syarat kenaikan pangkat. Novel termasuk kategori karya seni kompleks. Kumpulan cerpen bisa termasuk kategori karya seni sederhana.
Kedua, syarat menulis fiksi, yaitu komitmen, riset, membaca karya fiksi, mempelajari KBBI dan PUEBI, memahami dasar menulis fiksi, dan menjaga konsistensi menulis fiksi.
Ketiga, bentuk-bentuk cerita fiksi, yaitu fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen, prosa, novela, dan novel. Perbedaan terletak pada kompleksitas konflik cerita. Selain itu ada juga batasan kata dan ada juga yang menggunakan batasan paragraf.
Apa itu premis? Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Terdiri dari karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan, dan resolusi.
Keempat, unsur-unsur pembentuk cerita fiksi, yaitu tema, premis, alur/plot, penokohan, latar/setting, dan sudut pandang. Dari sekian unsur ada premis yang mungkin baru bagi Bapak/Ibu.
Contoh premis: Seorang anak memiliki kemampuan sihir bersekolah di sekolah sihir yang harus melawan penyihir jahat demi kedamaian bumi.
Dari contoh jika dijabarkan adalah sebagai berikut:
- karakter: anak
- tujuan tokoh: kedamaian bumi
- rintangan: melawan penyihir jahat
- resolusi: belajar sihir
Kelima, kiat menulis fiksi.
- Niat, terkait motivasi diri memulai dan menyelesaikan tulisan;
- Baca karya orang lain, bahan referensi, gaya bercerita, menambah diksi
- Ide dan Genre, terkait mencatat ide dan pilihan genre yang disukai dan dikuasai
- Outline, terkait kerangka tulisan berdasarkan unsur-unsur pembentuk cerita fiksi
- Swasunting, dilakukan setelah selesai menulis, jangan menyunting sambil menulis, fokus penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita. Selain itu harus kejam pada tulisan sendiri. Terakhir adalah berpegangan pada KBBI dan PUEBI.
- Menulis, terkait membuka cerita, mengenalkan tokoh, menguatkan konflik, menggunakan pertimbangan logika cerita, susunan kalimat pendek dan jelas, pilihan kata, teknik show don't tell, dan ending yang baik.
Sebelum dibuka sesi tanya jawab, sang moderator meminta izin mendahului memberikan pertanyaan pada Narasumber yaitu:
Bagaimana mengasah teknik show don't tell (menunjukan tapi tidak memberitahu)? Agak kesulitan untuk yang newbie saat ingin menulis cerpen.
Narasumber menjawab bahwa teknik melatihnya ya dengan terus mencoba menulisnya. Tentu pertama harus memahami teknik show don't tell terlebih dahulu. Sebagai contoh mudah bisa mulai berlatih dari kata sifat, misalnya sedih. Dengan teknik ini kita akan membangun suasana sedih tokoh tanpa harus menuliskan kata sedih.
Sebagai contoh:
Tehnik tell : Mira sangat sedih melihat jenazah ibunya.
Tehnik show : Dadanya terasa sesak, napas terasa tersekat di tenggorokan, terdengar isakan dibarengi dengan derai air mata yang tak kunjung usai sembari menatap tubuh wanita yang melahirkannya terbujur kaku di ranjang.
Dan dilanjutkan dengan sesi tanya yang lain. demikianlah materi luar biasa pada malam hari ini, semoga resum ini memberikan manfaat bagi para pembaca semuanya.




























Tidak ada komentar:
Posting Komentar