PATIDUSA - Genre puisi baru
1. Berformat 4-3-2-1, 1-2-3-4 dan
seterusnya.
2. Minimal bait adalah 2 (dua) membentuk piramida dobel. Juga bisa 3,4,5,6 bait dan seterusnya sesuai selera.
Membentuk makna kuat, padat, di tiap bait.
Sehingga mengantarkan penulis pada penyampaian isi puisi.
PUISI PATIDUSA ADA 4 FORMASI BENTUK
Format:
4-3-2-1, 1-2,3,4, dst.
Arghh! Bolehkah Selamanya
Kau manis serupa madu
Rebutan para lebah
Senyummu itu
Arghhh!
Bolehkah
Yang hina
Amat sangat rendah
Sepertiku, miliki senyum itu?
Aku mengerti aku paham
Ratu inginkan raja
Tak berubah
Selamanya.
2. Patidusa Bias
Format:
1-2-3-4, 4-3-2-1, dst.
Kamu Rindu Aku?
Kamu
Pemilik candu
Pengantar tidur jiwaku
Dalam lamunan masa lalu.
Kita anjing liat terkekang
Seperti tali layang
Terikat kuat
Rindu.
Aku?
Bukan raja
Hanya mahluk sederhana
Tanpa nama tanpa tahta.
3. Patidusa Cemara
Format:
1-2-3-4, 1-2-3-4, 1-2-3-4, dst.
Kabar Burung-Burung Hitam
Kabar
Gagak berkata
Harimau datang berburu
Mencari darah penghuni hutan.
Burung
Kancil, gajah
Musang, tupai, kerbau
Berlari cepat diburu waktu.
Hitam
Dari kejauhan
Burung itu tersenyum
Tertawa mengumpat dalam bayang.
4. Patidusa Tangga
Format:
4-3-2-1, 4-3-2-1, dst.
Jiwaku Bukan Milikmu
Tertunduk lesu bawah surya
Dendam amarah kebencian
Menyatu melebur
Jiwaku.
Aku ini siapa, bapakmu?
Ibumu, pacarmu, tetanggamu?
Nenek moyangmu?
Bukan!
Aku ya aku, paham?
Bukan bidak catur
Bukan anjing
Milikmu!
-------------------------------------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar