Menyoal
Kiprah MGMP Menghadapi Kemelut Pandemi Dalam Dunia Pendidikan
(Ketua MGMP Sosiologi Kabupaten Sukabumi/ Guru SMAN I Cikembar)
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kabupaten Sukabumi, merupakan salah satu MGMP pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Merupakan wadah para guru sosiologi sekabupaten sukabumi bersilaturahmi, berdiskusi, meningkatkan kompetensi serta menampung aspirasi para anggotanya dalam hal mendukung terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Adapun tujuan pendidikan nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, bahwa “Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab."
Guru sosiologi sebagai salah
satu sosok yang menjadi ujung tombak pelaksana pendidikan, dihadapkan pada persoalan
besar guna membatu para peserta didiknya meyiapkan tidak hanya sekedar wawasan serta
pengetahuan teoritis dan aplikatif, tetapi harus sanggup membentuk kesiapan
mental yang matang dalam menghadapi tantangan zaman dari arus globalisasi yang
kian menenyeruak ke hampir seluruh bidang kehidupan. Sikap kompetetif harus di
asah guna menajamkan kesanggupan diri menghadapi persaingan yang kian tanpa sekat
dan batas yang jelas.
Coronavirus
disease 2019 (COVID 19) yang memulai wabahnya di
Wuhan Cina,
memasuki Indonesia awal maret 2020 dan semakin hari semakin merebak meminta
banyak korban dengan sangat cepat. Kondisi tersebut termasuk kedalam bencana
lingkungan yang dikategorikan pandemi, sehingga menuntut semua elemen masyarakat
mewaspadai penyebaran dan pencegahan Covid 19 yang telah mewabah secara masif
tersebut. Hal tersebut menjelma menjadi sebuah persoalan yang menggoyahkan
hampir seluruh bidang kehidupan, tidak terkecuali bidang pendidikan. Salah satu
dampak nyata yang diambil pemerintah dalam dunia pendidikan yaitu di tutupnya
sekolah untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dan beralih pada
pembelajaran jarak jauh (PJJ)/ Belajar
Dari Rumah (BDR).
Solusi pendidikan yang dilakukan secara daring (dalam
jaringan), melalui pemanfaatan teknologi informatika dan internet pun tak dapat
menjangkau sekolah-sekolah pinggiran yang syarat dengan banyak keterbatasan.
Anak-anak miskin yang tidak memiliki akses serta sarana pendukung, kian jauh
dari jangkauan keadilan guna mendapatkan
pendidikan.
Sementara disisi lain, muncul berbagai masalah laten
yang menyertai kondisi tersebut. Tergantungnya pembelajaran terhadap ponsel
pintar yang menggantikan peran-peran guru dalam mengajar hanya sanggup
menyentuh ranah nalar secara konseptual. Ranah moral dan mental cenderung
terabaikan. Peran orangtua yang minim dalam pengontrolan putra putrinya dalam penggunaan
gawainya pun menjadi persoalan penyerta yang tak sedikit menimbulkan dampak
negatif.
Dunia pendidikan diselimuti cekam yang membutuhkan
sinergitas dari berbagai pihak dalam mendapatkan alternatif solusi. Dalam
menunjukan kiprahnya secara konsisten dan berkesinambungan, MGMP Sosiologi
senantiasa menjaga potensi dan semangat mengabdi dari para guru-guru sosiologi
sekabupaten sukabumi, untuk tetap saling mengisi dengan berbagai informasi, berdiskusi
dan mencari solusi dalam menghadapi segala bentuk persoalan yang mereka hadapi
dalam pembelajaran di era pandemi ini. Efektifitas dan efisiensi penggunaan
media belajar yang menarik pun tak luput dari perhatian diskusi kami. Bedanya,
dalam kondisi pandemi ini hanya sanggup memanfaatkan media seperti WhatsApp
Grup (WAG), Zoom Meeting dan sejenisnya dalam kami berkomunikasi secara
intensif.
Berbagai upaya senantiasa para guru lakukan untuk mengembangkan potensi peserta didik, walaupun dengan berbagai
keterbatasan yang menyertainya. Peningkatan kompetensi guru melalui
keterlibatan secara aktif di MGMP Sosiologi Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu
membawa sebuah dampak yang positif dalam meminimalisir masalah internal maupun
eksternal. Adapun masalah internal berupa kendala pribadi, seperti kompetensi
diri yang masih belum mumpuni, kemalasan ataupun hal lain yang bersumber dari
diri guru itu sendiri. Sementara itu kendala-kendala eksternal merupakan
berbagai kendala yang berasal dari luar dirinya, baik berkaitan dengan kendala
teknis, kendala kebijakan dan lain sebagainya.
MGMP sebagai salah satu
wadah bagi para guru ini, diharapkan menjadi salah satu sarana sumber pencerah
dan menyambung lidah dalam menghadapi berbagai persoalan yang harus dicarikan
jalan keluarnya. Bidang keilmuan sosiologi yang memfokuskan diri terhadap
persoalan masyarakat, diharapkan mampu hadir solutif serta tanggap terhadap semua
persoalan yang kian kompleks terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.


Bagus bu tulisannya. Pengetikkannya rapi. Sedikit saran saja. Dalam satu tulisan warna hurufnya jangan beda-beda. Kalau hitam, hitam semua saja.
BalasHapusMakasih Bu 🙏
BalasHapus