Profil Saya

Foto saya
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia

Jumat, 16 April 2021

Menyoal Kiprah MGMP Menghadapi Kemelut Pandemi Dalam Dunia Pendidikan

 

Menyoal Kiprah MGMP Menghadapi Kemelut Pandemi Dalam Dunia Pendidikan


 


 
Irma Suzilawati, S.Sos,M.M

(Ketua MGMP Sosiologi Kabupaten Sukabumi/ Guru SMAN I Cikembar)


Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kabupaten Sukabumi, merupakan salah satu MGMP pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Merupakan wadah para guru sosiologi sekabupaten sukabumi bersilaturahmi, berdiskusi, meningkatkan kompetensi serta menampung aspirasi para anggotanya dalam hal mendukung terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Adapun tujuan pendidikan nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, bahwa “Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab." 

Guru sosiologi sebagai salah satu sosok yang menjadi ujung tombak pelaksana pendidikan, dihadapkan pada persoalan besar guna membatu para peserta didiknya meyiapkan tidak hanya sekedar wawasan serta pengetahuan teoritis dan aplikatif, tetapi harus sanggup membentuk kesiapan mental yang matang dalam menghadapi tantangan zaman dari arus globalisasi yang kian menenyeruak ke hampir seluruh bidang kehidupan. Sikap kompetetif harus di asah guna menajamkan kesanggupan diri menghadapi persaingan yang kian tanpa sekat dan batas yang jelas.

Coronavirus disease 2019 (COVID 19) yang memulai wabahnya di Wuhan Cina, memasuki Indonesia awal maret 2020 dan semakin hari semakin merebak meminta banyak korban dengan sangat cepat. Kondisi tersebut termasuk kedalam bencana lingkungan yang dikategorikan pandemi, sehingga menuntut semua elemen masyarakat mewaspadai penyebaran dan pencegahan Covid 19 yang telah mewabah secara masif tersebut. Hal tersebut menjelma menjadi sebuah persoalan yang menggoyahkan hampir seluruh bidang kehidupan, tidak terkecuali bidang pendidikan. Salah satu dampak nyata yang diambil pemerintah dalam dunia pendidikan yaitu di tutupnya sekolah untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dan beralih pada pembelajaran jarak jauh (PJJ)/  Belajar Dari Rumah (BDR).

Solusi pendidikan yang dilakukan secara daring (dalam jaringan), melalui pemanfaatan teknologi  informatika dan internet pun tak dapat menjangkau sekolah-sekolah pinggiran yang syarat dengan banyak keterbatasan. Anak-anak miskin yang tidak memiliki akses serta sarana pendukung, kian jauh dari  jangkauan keadilan guna mendapatkan pendidikan.

Sementara disisi lain, muncul berbagai masalah laten yang menyertai kondisi tersebut. Tergantungnya pembelajaran terhadap ponsel pintar yang menggantikan peran-peran guru dalam mengajar hanya sanggup menyentuh ranah nalar secara konseptual. Ranah moral dan mental cenderung terabaikan. Peran orangtua yang minim dalam pengontrolan putra putrinya dalam penggunaan gawainya pun menjadi persoalan penyerta yang tak sedikit menimbulkan dampak negatif. 

Dunia pendidikan diselimuti cekam yang membutuhkan sinergitas dari berbagai pihak dalam mendapatkan alternatif solusi. Dalam menunjukan kiprahnya secara konsisten dan berkesinambungan, MGMP Sosiologi senantiasa menjaga potensi dan semangat mengabdi dari para guru-guru sosiologi sekabupaten sukabumi, untuk tetap saling mengisi dengan berbagai informasi, berdiskusi dan mencari solusi dalam menghadapi segala bentuk persoalan yang mereka hadapi dalam pembelajaran di era pandemi ini. Efektifitas dan efisiensi penggunaan media belajar yang menarik pun tak luput dari perhatian diskusi kami. Bedanya, dalam kondisi pandemi ini hanya sanggup memanfaatkan media seperti WhatsApp Grup (WAG), Zoom Meeting dan sejenisnya dalam kami berkomunikasi secara intensif.  

Berbagai upaya senantiasa para guru lakukan  untuk mengembangkan potensi peserta didik, walaupun dengan berbagai keterbatasan yang menyertainya. Peningkatan kompetensi guru melalui keterlibatan secara aktif di MGMP Sosiologi Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu membawa sebuah dampak yang positif dalam meminimalisir masalah internal maupun eksternal. Adapun masalah internal berupa kendala pribadi, seperti kompetensi diri yang masih belum mumpuni, kemalasan ataupun hal lain yang bersumber dari diri guru itu sendiri. Sementara itu kendala-kendala eksternal merupakan berbagai kendala yang berasal dari luar dirinya, baik berkaitan dengan kendala teknis, kendala kebijakan dan lain sebagainya.

MGMP sebagai salah satu wadah bagi para guru ini, diharapkan menjadi salah satu sarana sumber pencerah dan menyambung lidah dalam menghadapi berbagai persoalan yang harus dicarikan jalan keluarnya. Bidang keilmuan sosiologi yang memfokuskan diri terhadap persoalan masyarakat, diharapkan mampu hadir solutif serta tanggap terhadap semua persoalan yang kian kompleks terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.

 

2 komentar:

  1. Bagus bu tulisannya. Pengetikkannya rapi. Sedikit saran saja. Dalam satu tulisan warna hurufnya jangan beda-beda. Kalau hitam, hitam semua saja.

    BalasHapus