Resume ke-2: Trik Cepat Menulis Resume di Blog
Resume Pertemuan Ke-2
Hari/ Tanggal:
Rabu,14 Juli 2021
Tema: Trik Cepat
Menulis Resume di Blog
Nara Sumber:
Maesaroh, M.Pd
Moderator: Rita
Wati
Gelombang: 19
Nama: Irma
Suzilawati, S.,Sos., M.M._SMAN I Cikembar
irmasuzilawati1.blogspot.com
Kala di tepi
pantai, tiba-tiba sang angin berhembus begitu cepat sehingga membuat orang-orang yang berada disekitarnya sontak terkejut
dan bereaksi. Tetapi disaat lain ketika sang angin berhembus sepoi-sepoi dengan
lambatnya, membuat orang-orang terdiam santai hanya menikmatinya. Seolah tidak terjadi
apa-apa. Mereka berekspresi biasa-biasa saja. Itulah kesan awal sebuah reaksi
atas suatu kondisi.
Itulah hal pertama
terbersit di benak saya yang dalam masa pandemi Covid 19 ini lebih banyak di dalam
rumah dan sejujurnya merindukan pantai. Tetapi pikiran tersebut tidaklah datang
serta merta, melainkan terpancing oleh paparan nara sumber yang sedang
memaparkan materi dengan begitu menariknya hingga membawa alam bawah sadar ini
pun turut berimajinasi.
Tema
resume pertemuan kedua di kelas Belajar Menulis Gelombang 19 kali ini adalah “Trik
Cepat Menulis Resume di Blog”, yang di Moderatori Ibu Rita Wati dengan Narasumber
Ibu Maesaroh,M.Pd. Ibu Maesaroh atau
yang akrab dengan sapaan Ibu Mae,adalah seorang guru di SMPN 1 Lebakgedong,
Kabupaten Lebak, Banten. Beliau merupakan salah satu peserta berprestasi di
Kelas Belajar Menulis Gelombang 18.
Kepiawaian, kelihaian dan semangat beliau dalam menulis resume mengundang
salut dan decak kagum seluruh peserta dan tak terkecuali saya. Mengundang rasa
penasaran untuk menemukan trik-trik jitu dibalik penulisan resumenya yang
begitu cepat.
Sungguh luar
biasa, Bu Mae sanggup menggali potensi dirinya dengan begitu khas. Beliau mampu
mencuri pandang banyak orang karena talentanya yang menjadikan dirinya berbeda
dengan orang-orang yang ada disekitanya. Kegesitannya dalam merespos suatu pekerjaan
dan kepiawaiannya merangkai kata yang mendayu menina bobokan pembaca dalam rasa
nyaman adalah hal yang melekat erat menjadi sebuah karakter. Karakter inilah
yang biasanya sangat sulit ditemukan, sehingga membuat penulis itu terlihat
standar dan biasa saja.
Saya pun merasa
begitulah adanya diri ini, yang masih berkelana mencari jatidiri dalam
berkarya. Ibarat sang angin yang berhembus sepoi-sepoi, saya belum sanggup menghadirkan
lirik apalagi mencuri pandang sekitar. Tumpukan pekerjaan masih membuat saya tak
pintar menentukan skala prioritas dan membagi fokus. Kemauan untuk banyak
belajar semoga menjadi sebuah modal awal menjadi insan penulis yang lebih baik.
Paparan demi paparanpun
dimulai. Mengutip paparan Bu Mae tentang alasan perlunya menulis cepat di blog bahwa
“Dalam pandangan saya, sebagai seorang
bloger pemula kita perlu mengenalkan aroma tulisan kita pada khalayak ramai.
Saya selalu memiliki mind set, apabila
kita menempatkan tulisan kita di urutan teratas, besar kemungkinan kita akan
memiliki pengunjung paling banyak
Dalam waktu 24 jam, blog saya berhasil
di kunjungi oleh 220 viewers dengan 54 komentar positif. Hal ini tentu menjadi
kebanggaan tersendiri bagi seorang bloger pemula yang meluncurkan tulisan
perdananya.
Atas dasar itu, saya sangat termotivasi
untuk meluncurkan tulisan kedua dan seterusnya.
Hal
tersebut disimpulkan berdasarkan pengalaman langsung beliau saat berada di kelas
Belajar Menulis di Gelombang 18. Resume perdana pada pertemuan pertama ada di
nomor satu, dan hal itu menarik minat seluruh peserta di WAG tersebut untuk
berselancar di blognya.
Perilakunya
yang konsisten untuk selalu menulis resume dengan cepat, menobatkan Bu Mae menjadi
ketua kelas dan mendapatkan apresiasi dari panitia dengan mendapatkan reward
tujuh buah buku. Kebiasaan positif tersebut menular ke teman-teman angkatannya
dan menjadikan motivasi mereka untuk berlomba membuat resume dengan cepat.
Bu
mae mengungkap trik jitunya secara teknis, menurut beliau
“Jika kita serius ingin belajar, maka
kita harus serius dengan mempersiapkan banyak hal. Salah satunya dengan
menyiapkan 2 alat piranti digital yaitu Hp dan Laptop. Hp digunakan untuk
menyimak materi, laptop digunakan untuk membuat resume.”
Sungguh
tidak mudah membuat banyak orang
tertarik dengan dunia literasi. Coba saja tengok di ponsel kita, terkadang
banyak tulisan yang berserak di WAG, namun tak banyak orang yang mau membacanya bahkan hanya
mengabaikannya. Jadi untuk menjadi
penulis yang handal, kita harus mengatur pola pikir kita untuk mencapai tujuan
utama kita yaitu tulisan kita ada yang baca. Hal tersebut diyakinkan oleh nara
sumber yang membagikan link blognya dan membuat saya pun penasaran membacanya.
Untaian kata yang indah lagi-lagi membuat saya terpana. Dan terinspirasi untuk
membuat blog saya pun sebagus itu. Disaat
kita begitu nyaman menikmati sajian konten yang terkemas apik dalam balutan alunan
kata yang mempesona, menganalogikan begitupun orang lain melihat blog kita.
Itulah
sebabnya mengapa kita harus memiliki karakter dalam menulis. Harus memiliki
kekhasan dalam bahasa tulisan. Karena terkadang ada saja yang mau membaca
tulisan bergantung pada siapa penulisnya. Ibarat penulis-penulis yang sudah
ternama yang justru kitalah yang mencari-cari tulisannya, bukan lagi mereka
yang mencari pembaca.
Menurut
Bu Mae ada beberapa poin penting dalam membuat
trik cepat menulis resume, yaitu:
1.
Selalu
membiasakan diri duduk 10 menit di depan laptop sebelum materi dimulai
2. Selama
duduk 10 menit tersebut , merangkai paragraf pembuka yang selalu dikemas dengan
bahasa yang puitis. Serta menulis paragraf penutup dengan menyisipkan kalimat2
motivasi.
3. Tulis
resume dengan paragraf yang pendek-pendek. Pembaca blog cenderung bosan membaca
paragraf yang lama selesai, dengan
membuat paragraf pendek, tulisan kita mudah difahami dan disimpulkan.
4. Menulis
pernyataan Narasumber dengan gaya bahasa Paralelisme , atau bisa saja
mengadopsi semua bahasa narasumber dengan memberikan tanda kutip. Pak A
mengatakan "...."
Hal
lainnya yang tidak kalah penting yaitu plagiarisme. Jangan menduplikasi tulisan
orang lain, sebagai contoh peserta yang menduplikasi tulisan temannya. Hal ini
tidak baik, karena dapat melemahkan mental peserta lainnya. Sebagai penulis pemula, memang bukan hal yang mudah untuk menumbuhkan sikap
percaya diri, tetapi harus berusaha untuk membangun bermental baja.
- Untuk menjadi penulis handal, kita harus memupuk mental baja dalam menulis dengan cara:
- Tanamkan sikap percaya diri. Jangan
merasa malu, karena tulisan yang kita anggap jelek akan menjadi luarbiasa bagi
mereka yang tidak pernah belajar menulis.
- Siap dengan segala kritikan. Meskipun
terkadang budaya memuji lebih banyak dari budaya mengkritik, namun pujian itu
harus membuat kita semakin memperbaiki tulisan.
- Bangunlah tulisan di berbagai Blog.
Narasunber
menganggap hal tersebut amat perlu, karena terkadang orang akan bosan melihat
penampilan kita yang itu2 saja. Ibarat memakai baju, tentu orang akan bosan
jika baju yang kita pakai hanya warna hijau saja. Itulah sebabnya tulisan harus
memiliki warna lain, salah satunya
tulisan kita pada blog lainnya.
Menulis di berbagai blog juga menanamkan mental penulis yang mudah beradaptasi dan tak segan memberi perubahan. Bu Mae saat ini sedang membangun 4 rumah di blog.
- Rumah di Kompasiana berisi tulisan edukatif https://www.kompasiana.com/maesaroh29969/60eb021606310e020a114532/literasi-digital-untuk-generasi-baby-boomers
- Rumah di YPTD berisi tulisan fiksi dan faksi
https://terbitkanbukugratis.id/maesaroh/07/2021/sang-bunga-surga/
- Rumah di Blogspot digunakan untuk sarana mengajar
https://maydearly.blogspot.com/2021/07/pengenalan-gerakan-literasi-di-masa.html
- Rumah di detik.com berisi tulisan informatif.
Beliau pun membiasakan diri membangun tulisan dengan genre yang berbeda2. Dalam tulisan tersebut nampak jelas antara tulisan ilmiah, dan tulisan imajinatif. Menurutnya, usahakan setiap hari menulis pada blog yang berbeda2.
Kutipan
terkhir yang menarik dan mengingatkan kita untuk senantiasa belajar dari beliau
adalah
“Jadilah manusia cerdas yang siap
menerima perubahan. Siap dengan segala keadaan, dan siap dengan segala tantangan.
Tanamkan konsistensi yang kuat, karena hidup itu butuh target. Tak peduli
berkawin dengan seribu kesibukan, ketika konsisten adalah sebuah target, maka
semua akan berjalan baik air menuju muara. Semua akan menjadi biasa-biasa saja.”
Kutipan
itu menjadi kata penutup dalam paparan Bu Mae yang begitu luarbiasa menginspirasi.
Banyak hal yang bisa saya petik dari pertemuan kali ini. Pelatihan ini membuat
saya kian tersadar. Harus banyak belajar dan sebisa mungkin menemukan karakter diri yang khas sebagai jati diri saya dalam menulis. Tetapi dengan
posisi pencapaian hari ini pun rasa syukur tak kurangnya terpanjatkan, karena Allah SWT
menemukan saya dengan orang-orang hebat di komunitas Belajar Menulis ini.
Sebuah komunitas yang baru saya dalami di tahun ini.


Masyaallah saya meleleh membaca tulisan ibu. Ini adalah tulisan yang berkarakter. Luarbiasa bu, keep writing
BalasHapusAlhamdulillah... Bahagia rasanya dapat komen yg bikin hati berbunga2 dari sosok sang pencerah yg luar biasa menginspirasi... Makasih banyak bunda Mae 🥰🥰
BalasHapusLuar biasa resume sdh lengkap.bila ingin jadi buku tinggal swasunting ambil inti sarinya.
BalasHapusIya bunda, Terimakasih banyak masukannya. Terimakasih jg sudah bersedia mampir 🥰🙏
BalasHapus