SISTEM POLITIK
Definisi Sistem Politik
- Menurut Kantaprawira, sistem politik ialah berbagai macam kegiatan dan proses dari struktur politik dan fungsi yang bekerja dalam satu unit atau kesatuan, yang dmaksud kesatuan disini adalah negara atau masyarakat.
- Menurut G.A. Almond, dan G.B. Powell adalah sebagai usaha untuk mengadakan pencarian kearah: 1. ruang lingkup yang lebih luas, 2. realisme, 3. persisi, 4. ketertiban dalam teori politik agar hubungan yang terputus antara comparative government dengan political theory dapat ditata kembali.
- Menurut David Eston dalam A Systems Analysis Of Political Life, mengatakan bahwa “sistem politik adalah keseluruhan dari interaksi-interaksi yang mengatur pembagian nilai-nilai secara autoritatif (berdasarkan wewenang) untuk dan atas nama masyarakat”.
Konsep sistem politik dipinjam dari ilmu biologi. Dianggap bahwa suatu sistem politik seperti halnya organisme dalam ilmu biologi yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling bergantung dan saling mengadakan interaksi. Keseluruhan dari interaksi ini perlu diteliti jika seluruh organisme ingin dimengerti.
Dua ciri perlu diperhatikan : Pertama bahwa setiap perubahan dalam satu bagian dari sistem itu memengaruhi seluruh sistem. Kedua bahwa sistem itu bekerja dalam satu lingkungan (environment) yang lebih luas dan bahwa ada perbatasan antara sistem dengan lingkungannya.
Juga perlu diperhatikan bahwa sistem mengadakan interaksi dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan itu.
Pada dasarnya konsep sistem politik dipakai untuk keperluan analisa, dimana suatu sistem bersifat abstrak. Dalam konteks ini sistem terdiri dari beberapa variabel. Di samping itu konsep sistem politik dapat diterapkan pada suatu situasi yang konkret, misalnya negara, atau kesatuan yang lebih kecil, seperti kota, atau suku bangsa, atau pun kesatuan yang lebih besar seperti di bidang internasional, di mana sistem politik terdiri dari beberapa negara.
Konsep sistem politik dalam penerapan pada situasi yang konkret seperti negara, mencoba mendasarkan studi tentang gejala gejala politik dalam konteks tingkah laku di masyarakat. Tingkah laku politik dianggap sebagai sebagian dari keseluruhan tingkah laku sosial. Menurut pemikiran ini, masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang pada hakikatnya terdiri atas bermacam macam proses. Diantara bermacam macam proses ini dapat dilihat gejala-gejala politik sebagai suatu kumpulan proses tersendiri yang berbeda dengan proses proses lainnya. Inilah yang dinamakan sistem politik.
Sistem politik ini hanya merupakan salah satu dari bermacam-macam sistem yang terdapat dalam suatu masyarakat, seperti misalnya sistem ekonomi, sistem teknis, sistem komunikasi dan sebagainya. Setiap sistem masing-masing mempunyai fungsi tertentu yang dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan hidup dan mencapai tujuan dari masyarakat tersebut. Sistem-sistem ini merupakan lingkungan (environment) dari sistem politik. Sistem-sistem memengaruhi jalannya sistem politik serta pelaku-pelaku politik.
Dalam konsep sistem politik ini kita temukan istilah istilah seperti proses, struktur dan fungsi.
Proses adalah pola-pola (sosial dan politik) yang dibuat oleh manusia dalam dalam mengatur hubungan antara satu sama lain. Pola-pola ini ada yang jelas kelihatan ada pula yang kurang jelas. Dalam suatu negara, lembaga-lembaga seperti parlemen, partai, birokrasi, sekalipun sudah mempunyai kehidupan sendiri, sebenarnya tak lain dari proses-proses yang pola-pola ulangannya sudah mantap. Mereka mencerminkan struktur tingkah laku (structure of behavior).
Struktur mencakup lembaga -lembaga formal seperti parlemen, kelompok kepentingan, kepala negara, jaringan, komunikasi dan sebagainya.
Sistem politik juga menyelenggarakan fungsi-fungsi tertentu untuk masyarakat. Fungsi-fungsi itu adalah membuat keputusan-keputusan kebijaksanaan (policy decisions) yang mengikat mengenai alokasi dari nilai nilai (baik yang bersifat materiil ataupun non materiil). Sistem politik menghasilkan output, yaitu keputusan keputusan kebijaksanaan yang mengikat. Dengan kata lain: melalui sistem politik tujuan masyarakat dirumuskan dan selanjutnya dilaksanakan oleh keputusan-keputusan kebijaksanaan.
Proses dalam setiap sistem dapat dijelaskan sebagai input dan output. Begitu pula dalam suatu sistem politik yang konkret, seperti negara, terjadi proses semacam itu, dapat dilihat suatu pola tertentu dalam hubungan dan interaksi antara sistem politik dan lingkungan. Yang dinamakan input (yang datang dari lingkungan) ialah tuntutan serta aspirasi masyarakat dan juga dukungan dari masyarakat. Dalam sistem politik, input ini diolah dan diubah (conversion) menjadi output, keputusan-keputusan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang mengikat dari pemerintah. Keputusan-keputusan ini mempunyai pengaruh dan pada gilirannya dipengaruhi oleh lingkungan sistem sistem lain, seperti sistem ekonomi, sistem teknik dan sebagainya. Dengan demikian, umpan balik (feedback) dari output yang kembali menjadi input baru mengalami pengaruh pengaruh dari luar ini. Dan demikian seterusnya.
Salah satu aspek penting dalam sistem politik adalah budaya politik (political culture) yang mencerminkan faktor subyektif. Budaya politik adalah keseluruhan dari pandangan pandangan politik, seperti norma norma-norma, pola-pola orientasi terhadap politik dan pandangan hidup pada umumnya.
Budaya politik mengutamakan dimensi psikologis dari suatu sistem politik, yaitu sikap-sikap, sistem-sistem kepercayaan, simbol-simbol yang dimiliki oleh individu-individu dan beroperasi di dalam seluruh masyarakat, serta harapan-harapannya. Kegiatan politik seseorang misalnya, tidak hanya ditentukan oleh tujuan-tujuan yang didambakannya, tetapi juga oleh harapan-harapan politik yang dimilikinya dan oleh pandangannya mengenai situasi politik.
bentuk dari budaya politik dalam suatu masyarakat dipengaruhi oleh sejarah perkembangan dari sistem, agama yang terdapat dalam masyarakat itu, kesukuan, status sosial, konsep mengenai kekuasaan koma, kepemimpinan, dan sebagainya.
Umumnya dianggap bahwa dalam sistem politik terdapat empat variabel:
- Kekuasaan : sebagai cara untuk mencapai hal yang diinginkan, antara lain membagi sumber-sumber di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat;
- Kepentingan : tujuan-tujuan yang dikejar oleh pelaku-pelaku atau kelompok politik;
- Kebijaksanaan : hasil dari interaksi antara kekuasaan dan kepentingan biasanya dalam bentuk perundang-undangan.
- Budaya politik : orientasi subyektif dari individu terhadap sistem politik.
Sistem, Unsur dan Tujuan Sistem
Secara sederhana sistem itu merupakan sehimpunan unsur-unsur yang saling
berkaitan untuk mencapai tujuan bersama. Pengertian ini dapat digambarkan
dengan beberapa contoh sistem, unsur-unsurnya, dan tujuannya seperti yang
terlihat pada bagan berikut

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar